KABAR BIREUEN, Juli– Program Cetak Sawah Baru (CSB) yang dilaksanakan di Gampong Seuneubok Peuraden, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen mendapat sambutan positif dari masyarakat dan para petani.
Program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan luas lahan pertanian produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Keuchik Gampong Seuneubok Peuraden, Samsul Bahri kepada waryawan, Senin (3/8/2026) menjelaskan, lahan yang menjadi lokasi Program Cetak Sawah Baru selama puluhan tahun tidak dimanfaatkan masyarakat sebagai sawah, berdasarkan sejarah pemanfaatannya, kawasan tersebut dahulunya merupakan kebun.
BACA JUGA:Melalui Mekanisme Tender, Kementerian Pertanian Cetak Sawah Rakyat 140 Hektar di Bireuen
“Krena itu, program ini dapat dilaksanakan karena lahan tersebut tidak masuk dalam Lahan Baku Sawah (LBS) sesuai hasil verifikasi dan ketentuan pemerintah,” ungkapnya.
Imum Mukim Juli Barat, Yusmadi Rasyid, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah atas terlaksananya Program Cetak Sawah Baru di wilayahnya.
Menurutnya, program ini menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk menghidupkan kembali lahan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Atas nama masyarakat Mukim Juli Barat, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan Program Cetak Sawah Baru. Semoga program ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Yusmadi.
BACA JUGA:Rehabilitasi Sawah Rusak Sedang dan Ringan di Bireuen Rampung
Salah seorang petani, Mukhlis, mengaku sangat merasakan manfaat program tersebut. Menurutnya, lahan yang selama ini dimanfaatkan sebagai kebun kini dapat kembali difungsikan sebagai sawah sehingga memberikan peluang peningkatan hasil pertanian.
“Program Cetak Sawah Baru ini sangat bermanfaat bagi kami para petani. Kami berharap hasil panen ke depan semakin meningkat sehingga dapat menambah pendapatan keluarga,” sebut Mukhlis.
Program Cetak Sawah Baru di Gampong Seuneubok Peuraden diharapkan menjadi salah satu upaya nyata dalam mengembalikan fungsi lahan pertanian yang telah lama berubah pemanfaatannya, sekaligus mendukung peningkatan ketahanan pangan di Kabupaten Bireuen. (Ihkwati)










