KABAR BIREUEN, Kota Juang – Sebanyak 140 peserta yang terdiri atas guru dan siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bireuen mengikuti Pelatihan Perkemahan Kepramukaan Tahun 2025 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen.
Kegiatan ini menjadi upaya strategis untuk memperkuat pembentukan karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan sejak usia dini.
Pelatihan yang diselenggarakan Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Bireuen tersebut berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (12–13 Desember 2025), di Aula SPNF-SKB Disdikbud Kabupaten Bireuen.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Bireuen, Fauzan, S.Pd., M.M, menjelaskan, kepramukaan memiliki peran penting dalam membangun mental dan karakter peserta didik. Menurutnya, kegiatan pramuka tidak hanya menekankan aspek fisik, tetapi juga menanamkan nilai kepemimpinan, tanggung jawab, serta cinta tanah air.
“Peran pelatih pramuka bukan sekadar melatih baris-berbaris atau keterampilan lapangan, tetapi menjadi penggerak dalam membentuk karakter siswa agar bermental kuat, disiplin, dan berjiwa kepemimpinan,” ujar Fauzan, Sabtu sore (13/12/2025).
Dia menambahkan, pelatihan kepramukaan ini akan kembali dilanjutkan pada semester genap setelah libur semester dengan program yang lebih menantang dan bersifat edukatif.

Pelatihan tersebut diikuti sebanyak140 peserta yang berasal dari 10 Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Bireuen, yakni UPTD SDN 18 Peusangan, UPTD SDN 8 Peusangan, UPTD SDN 18 Bireuen, UPTD SDN 13 Bireuen, UPTD SDN 4 Bireuen, UPTD SDN 5 Bireuen, UPTD SDN 3 Kuala, UPTD SDN 7 Juli, UPTD SDN 1 Jeumpa, dan UPTD SDN 8 Peudada.
“Setiap sekolah mengirimkan enam siswa laki-laki, enam siswa perempuan, serta dua orang guru pendamping,” jelas Fauzan.
Kegiatan ini didanai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) pada DPA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen Tahun Anggaran 2025, serta menghadirkan pemateri dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Bireuen.
Selain pelatihan, Disdikbud Bireuen juga menyerahkan perlengkapan pramuka lengkap kepada masing-masing sekolah peserta, mulai dari atribut, peralatan kegiatan, hingga tenda perkemahan. Perlengkapan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pramuka di tingkat kabupaten maupun provinsi.
“Seluruh perlengkapan yang diberikan menjadi aset sekolah dan diharapkan dapat menunjang keberlanjutan kegiatan kepramukaan di masing-masing satuan pendidikan,” pungkas Fauzan. (Hermanto)










