KABAR BIREUEN, Bireuen—Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh sukses menggelar Pelatihan Pemuda Tanggap Bencana selama dua hari (8–9 Desember 2025), di Aula Hotel Bireuen Jaya
Pelatihan itu untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana tersebut menghadirkan pemuda dari 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen
Kegiatan berlangsung dengan tema “Membangun Pemuda Aceh Berkarakter, Inovatif, Kritis dan Tangguh Menghadapi Bencana di Era Digital.”
Ketua Panitia, Muhammad Jamil, Rabu (10/12/2025) kepada media menyebutkan, pelatihan dibuka dengan laporan panitia mewakili Dispora Aceh.
Sejak sesi pertama, pelatihan memadukan isu kepemimpinan, peningkatan karakter sosial, serta pemahaman kebencanaan yang menjadi latar kebutuhan wilayah Aceh dan Sumatera.
“Dalam dokumen penyelenggara dijelaskan, beberapa tahun terakhir kawasan ini menghadapi peningkatan kejadian banjir bandang dan longsor yang merusak infrastruktur, pemukiman, serta meningkatkan kerentanan masyarakat,” sebutnya.
Kondisi ini menuntut hadirnya pemuda sebagai garda terdepan yang memiliki integritas dan kapasitas manajerial dalam mengatasi situasi krisis.
Pada hari pertama, rangkaian materi diisi oleh Rahmat Sadri (aktivis lingkungan) yang membahas problem solving dan critical thinking melalui simulasi kasus bencana gampong.

Materi kemudian dilanjutkan oleh Suhaimi Hamid (Ketua Forum Pengelolaan DAS Krueng Peusangan) mengenai manajemen organisasi pemuda dan struktur tim tanggap bencana, serta Drs. M. Yunus, M.Pd., (Pembina Bank Sampah Asri Blang Asan) yang memaparkan inovasi sosial dan kewirausahaan lokal pascabencana.
Sementara itu, hari kedua menghadirkan Prof. Dr. H. Danial, S.Ag., M.Ag., (Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah, Lhokseumawe) dengan materi kepemimpinan berkarakter dan etika sosial.
Disusul pemaparan Dr. Jaswar S.P., M.Sc., (Tenaga Pendamping Profesional Kementerian Desa) mengenai komunikasi efektif, public speaking, dan koordinasi komunitas.
“Pada sesi terakhir, Khairil Miswar (pegiat literasi) membahas literasi digital serta pemanfaatan media sosial untuk penyebaran informasi darurat dan peringatan dini,” rincinya.
Menjelang penutupan, peserta terlibat dalam penyusunan rencana aksi pemuda gampong yang memuat strategi mitigasi, kesiapsiagaan, serta pemulihan pascabencana.
“Sesi ini bertujuan menghasilkan langkah konkret yang dapat diterapkan di komunitas masing-masing, termasuk kerja sama antarwilayah untuk membangun ketangguhan jangka panjang,” jelas Muhammad Jamil.
Pelatihan ditutup pada Selasa (9/12/2025) oleh Kadispora Bireuen, Muhammad Al Muttaqin, S. Pd., M. Pd., dilanjutkan dengan pembacaan rekomendasi dan sesi foto bersama.
Penyelenggara menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda Aceh yang tidak hanya siap memimpin perubahan, tetapi juga tangguh, adaptif, dan terampil memanfaatkan teknologi dalam menghadapi ancaman bencana yang semakin kompleks. (Red)











