Sabtu, 18 April 2026

Pembangunan Drainase Dilarang, Masyarakat Bugak Krueng Gelar Aksi Protes

KABAR BIREUEN, Jangka – Ratusan masyarakat Desa Bugak Krueng, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, turun ke jalan untuk melakukan aksi protes, terkait larangan pembangunan drainase (got) yang dilakukan pihak Desa Bugak Krueng Mate, Minggu (1/9/2024).

Aksi tersebut sebagai bentuk protes, lantaran masyarakat Bugak Krueng sudah menyampaikan persoalan ini kepada pihak kecamatan. Namun, tidak ada titik temu untuk penyelesaian masalah itu.

Saluran drainase tersebut saat ini sedang dalam proses pengerjaan. Sudah sampai tahap pengecoran.

Namun, masyarakat Bugak Krueng Mate melarang pembangunan drainase tersebut. Mereka beralasan, lokasi pembangunan drainase itu masuk dalam wilayah tapal batas yang bersengketa.

“Padahal, drainase tersebut sangat dibutuhkan masyarakat Bugak Krueng agar saluran pembuang air di pasar tradisional Bugak Krueng bisa berjalan lancar,” ujar seorang warga setempat.

Pembangunan saluran drainase tersebut dibiayai APBK Bireuen Tahun 2024. Anggarannya Rp140 juta dan dikerjakan oleh kontraktor.

“Jika dilihat secara regulasi, sebenarnya tidak ada seorang pun bisa menghambat pembangunan saluran drainase ini. Apalagi pembangunannya didanai APBK Bireuen dan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” sesal warga Bugak Krueng tersebut.

Keuchik Bugak Krueng, Faisal (memakai baju kotak-kotak), menyampaikan aspirasi terkait larangan pembangunan saluran drainase atau got. (Foto: Fajri Bugak)

Keuchik Bugak Krueng, Faisal, mengatakan, berdasarkan rapat dan kesepakatan masyarakat Bugak Krueng, pihaknya hari ini melakukan aksi protes supaya pekerjaan pembangunan saluran drainase bisa dilanjutkan kembali oleh kontraktor.

Menurut Keuchik Faisal, seharusnya pihak Bugak Krueng Mate jangan melarang pembangunan saluran drainase tersebut. Sebab, ini tidak ada kaitan sama sekali dengan tapal batas.

Apalagi, pembangunan drainase ini tidak menggunakan dana desa, melainkan dana APBK Bireuen. Pembangunannya juga dikerjakan rekanan. Tidak melibatkan pihak Bugak Krueng Mate maupun Bugak Krueng.

“Kami hanya penerima manfaat. Bahkan, ada warga Desa Bugak Krueng Mate yang berjualan di Pasar Bugak Krueng, juga merasakan manfaatnya. Saluran ini sangat dibutuhkan masyarakat dan pedagang di pasar, agar saluran air pembuang di Pasar Bugak Krueng bisa berjalan lancar. Selama ini air menumpuk di pasar, menyebabkan warga Bugak Krueng pernah terjangkit DBD beberapa waktu lalu,” ungkap Keuchik Faisal.

Seharusnya, sebut Keuchik Faisal, pembangungan saluran drainase ini tidak bisa dilarang siapa pun. Apalagi, manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat Gampong Bugak Krueng dan Bugak Krueng Mate.

Sementara itu, Pj Keuchik Bugak Krueng Mate, Musa, yang dikonfirmasi wartawan, menjelaskan, secara pribadi dirinya tidak melarang pembangunan saluran drainase tersebut, tetapi masyarakatlah yang melarangnya.

“Kalau ditanya kenapa dilarang, saya kurang tahu. Untuk kejelasannya, bisa dihubungi Pak Mursal, Ketua Tuha Peut, atau bisa juga menghubungi Wakil Tuha Peut, Pak Nazar,” ujar Musa. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Meninggal

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang. Kabar duka...

Seru dan Edukatif, Siswa Sukma Bangsa Bireuen Jelajah Museum Rumah Aceh Pijay 

0
KABAR BIREUEN, Pidie Jaya - Sebanyak 51 siswa kelas V-Komet dan V-Matahari SD Sukma Bangsa Bireuen mengikuti kegiatan school visit ke Museum Rumah Aceh...

Fenomena ‘Flexing’ di Media Sosial: Pintu Masuk Ditjen Pajak Memantau Profil Wajib Pajak

0
Oleh: Sarah Rifqi Mauliza Mahasiswi Fakultas Hukum UNIKI FENOMENA 'flexing' atau pamer kekayaan di media sosial kini tak lagi sekadar soal gaya hidup atau pencitraan. Di...

Selamat Ulang Tahun ke-9 Kabar Bireuen

0
Oleh: Anwar, S.Ag, M.A.P Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen SEMBILAN tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah media lokal untuk bertahan di tengah hantaman gelombang...

677 Hektare Sawah Rusak Sedang di Bireuen Mulai Direhabilitasi Pascabanjir

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Prmkab) Bireuen melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan mulai melakukan pembersihan dan pembenahan lahan persawahan yang rusak sedang seluas...

KABAR POPULER

Petisi Belum Diteken, Koalisi Gerakan Sipil Bireuen Tagih Komitmen Bupati Mukhlis

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Koalisi Gerakan Sipil Kabupaten Bireuen menyatakan kekecewaan mendalam terhadap sikap Bupati Bireuen yang dinilai belum menepati komitmennya untuk menandatangani petisi tuntutan pemenuhan...

677 Hektare Sawah Rusak Sedang di Bireuen Mulai Direhabilitasi Pascabanjir

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Prmkab) Bireuen melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan mulai melakukan pembersihan dan pembenahan lahan persawahan yang rusak sedang seluas...

Selamat Ulang Tahun ke-9 Kabar Bireuen

0
Oleh: Anwar, S.Ag, M.A.P Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen SEMBILAN tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah media lokal untuk bertahan di tengah hantaman gelombang...

Temui Menteri ATR/BPN, Bupati Mukhlis Tuntaskan Kebuntuan RTRW Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Jakarta — Setelah bertahun-tahun terhambat, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bireuen akhirnya mencapai titik terang. Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, memastikan...

Refleksi Sembilan Tahun Kabar Bireuen: Tetap Konsisten Jaga Independensi dan Integritas

0
MEDIA pers bukan sekadar tempat menayangkan informasi. Ia adalah alat kontrol sosial. Media hadir untuk mengawasi kekuasaan, menyuarakan kepentingan publik, dan menjaga akal sehat...