Sabtu, 30 Mei 2026

Pembangunan Drainase Dilarang, Masyarakat Bugak Krueng Gelar Aksi Protes

KABAR BIREUEN, Jangka – Ratusan masyarakat Desa Bugak Krueng, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, turun ke jalan untuk melakukan aksi protes, terkait larangan pembangunan drainase (got) yang dilakukan pihak Desa Bugak Krueng Mate, Minggu (1/9/2024).

Aksi tersebut sebagai bentuk protes, lantaran masyarakat Bugak Krueng sudah menyampaikan persoalan ini kepada pihak kecamatan. Namun, tidak ada titik temu untuk penyelesaian masalah itu.

Saluran drainase tersebut saat ini sedang dalam proses pengerjaan. Sudah sampai tahap pengecoran.

Namun, masyarakat Bugak Krueng Mate melarang pembangunan drainase tersebut. Mereka beralasan, lokasi pembangunan drainase itu masuk dalam wilayah tapal batas yang bersengketa.

“Padahal, drainase tersebut sangat dibutuhkan masyarakat Bugak Krueng agar saluran pembuang air di pasar tradisional Bugak Krueng bisa berjalan lancar,” ujar seorang warga setempat.

Pembangunan saluran drainase tersebut dibiayai APBK Bireuen Tahun 2024. Anggarannya Rp140 juta dan dikerjakan oleh kontraktor.

“Jika dilihat secara regulasi, sebenarnya tidak ada seorang pun bisa menghambat pembangunan saluran drainase ini. Apalagi pembangunannya didanai APBK Bireuen dan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” sesal warga Bugak Krueng tersebut.

Keuchik Bugak Krueng, Faisal (memakai baju kotak-kotak), menyampaikan aspirasi terkait larangan pembangunan saluran drainase atau got. (Foto: Fajri Bugak)

Keuchik Bugak Krueng, Faisal, mengatakan, berdasarkan rapat dan kesepakatan masyarakat Bugak Krueng, pihaknya hari ini melakukan aksi protes supaya pekerjaan pembangunan saluran drainase bisa dilanjutkan kembali oleh kontraktor.

Menurut Keuchik Faisal, seharusnya pihak Bugak Krueng Mate jangan melarang pembangunan saluran drainase tersebut. Sebab, ini tidak ada kaitan sama sekali dengan tapal batas.

Apalagi, pembangunan drainase ini tidak menggunakan dana desa, melainkan dana APBK Bireuen. Pembangunannya juga dikerjakan rekanan. Tidak melibatkan pihak Bugak Krueng Mate maupun Bugak Krueng.

“Kami hanya penerima manfaat. Bahkan, ada warga Desa Bugak Krueng Mate yang berjualan di Pasar Bugak Krueng, juga merasakan manfaatnya. Saluran ini sangat dibutuhkan masyarakat dan pedagang di pasar, agar saluran air pembuang di Pasar Bugak Krueng bisa berjalan lancar. Selama ini air menumpuk di pasar, menyebabkan warga Bugak Krueng pernah terjangkit DBD beberapa waktu lalu,” ungkap Keuchik Faisal.

Seharusnya, sebut Keuchik Faisal, pembangungan saluran drainase ini tidak bisa dilarang siapa pun. Apalagi, manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat Gampong Bugak Krueng dan Bugak Krueng Mate.

Sementara itu, Pj Keuchik Bugak Krueng Mate, Musa, yang dikonfirmasi wartawan, menjelaskan, secara pribadi dirinya tidak melarang pembangunan saluran drainase tersebut, tetapi masyarakatlah yang melarangnya.

“Kalau ditanya kenapa dilarang, saya kurang tahu. Untuk kejelasannya, bisa dihubungi Pak Mursal, Ketua Tuha Peut, atau bisa juga menghubungi Wakil Tuha Peut, Pak Nazar,” ujar Musa. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Perkuat Solidaritas Profesi, PPNI Bireuen Bagikan Daging Qurban untuk Pengurus

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Bireuen membagikan daging qurban untuk pengurus DPD dan para Ketua DPK se-Kabupaten Bireuen. Pembagian...

Mahkamah Syar’iyah Bireuen Sembelih 11 Sapi dan Seekor Kambing Kurban

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Mahkamah Syar’iyah Bireuen menyembelih 11 ekor sapi dan seekor kambing kurban pada Sabtu (30/5/2026) dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447...

Salurkan Ratusan Paket Kurban dan Santunan Yatim, Bupati Bireuen Apresiasi Lembaga Internasional Hasene Jerman

0
KABAR BIREUEN, Peusangan Siblah Krueng- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menyambut hangat kunjungan dan aksi kemanusiaan dari lembaga sosial internasional asal Jerman, Hasene International, dalam...

Sembelih 12 Hewan Kurban, Panitia Bagikan 508 Kupon Daging kepada Warga Gampong Geudong-Geudong

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang -Proses pembagian daging kurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah /2026 Masehi, di Gampong (Desa) Geudong-Geudong, Kecamatan Kota...

Enam Ekor Sapi Kurban Disembelih Warga Dusun Bireuen Timu dan Dusun Bakti

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang -Warga Dusun Bireuen Timu dan Dusun Bakti Gampong (Desa) Bandar Bireuen, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, melakukan penyembelihan hewan kurban...

KABAR POPULER

Selaras dengan Program Kadisdik Aceh Murthalamuddin, Plt. Kacabdisdik Bireuen Apresiasi Lonjakan Kelulusan SNBT 2026:...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Capaian luar biasa kembali ditorehkan dunia pendidikan di Kabupaten Bireuen. Berdasarkan pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026, sebanyak...

Mahkamah Syar’iyah Bireuen Sembelih 11 Sapi dan Seekor Kambing Kurban

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Mahkamah Syar’iyah Bireuen menyembelih 11 ekor sapi dan seekor kambing kurban pada Sabtu (30/5/2026) dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447...

Salurkan Ratusan Paket Kurban dan Santunan Yatim, Bupati Bireuen Apresiasi Lembaga Internasional Hasene Jerman

0
KABAR BIREUEN, Peusangan Siblah Krueng- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menyambut hangat kunjungan dan aksi kemanusiaan dari lembaga sosial internasional asal Jerman, Hasene International, dalam...

Warga Dusun Kommes Sembelih 22 Hewan Kurban, Tiga Ekor Sapi Berasal dari Lembaga Amal...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Warga Dusun Kommes, Gampong Bireuen Meunasah Capa, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, menunjukkan semangat kebersamaan yang kuat pada Hari Raya...

Enam Ekor Sapi Kurban Disembelih Warga Dusun Bireuen Timu dan Dusun Bakti

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang -Warga Dusun Bireuen Timu dan Dusun Bakti Gampong (Desa) Bandar Bireuen, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, melakukan penyembelihan hewan kurban...