KABAR BIREUEN – Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kelautan RI Susi Pudji Astuti No. 28 tanggal 1 Maret 2018, kelanjutan pembangunan dermaga Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Peudada, akan ditangani Dinas Kelautan Provinsi Aceh. Tidak lagi ditangani Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bireuen.
Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bireuen, Irwan, SP, M.Si menjelaskan hal itu kepada Kabar Bireuen di ruang kerjanya, Senin (23/4/2018) kemarin.
Dikatakan Irwan, sebelumnya pembangunan dermaga PPI Peudada ditangani Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bireuen. Namun, sejak ditetapkan Menteri Kelautan 1 Maret 2018 terhadap satu pelabuhan pedaratan ikan di Kabupaten Bireuen yaitu PPI Peudada, kelanjutan pembangunan dermaga baru menjadi PPI terbesar di Aceh, ditangani Dinas Kelautan Provinsi Aceh.
“Pembangunan kolam dermaga PPI Peudada butuh dana besar. Kelanjutan pembangunannya yang bersumber dana APBA dan APBN. Pembangunannya, sudah sangat mendesak bagi kepentingan nelayan Kabupaten Bireuen,” jelas Irwan.
Konon lagi, kata dia, selama ini kuala PPI Peudada mengalami kedangkalan, sulit dilalui boat ikan berukuran besar. Untuk mengeruk kuala Peudada yang selalu dangkal, tidak akan berhasil, akibat arus sungai Peudada setiap musim penghujan mengalirkan lumpur gunung mengakibatkan dangkalnya kuala PPI Peudada.
Irwan menyebutkan, di Kabupaten Bireuen saat ini tercatat sebanyak 6.671 nelayan beroperasi di 11 kecamatan kawasan pesisir pantai. Khusus di Kecamatan Peudada, tercatat 2.965 nelayan yang beroperasi di perairan kecamatan tersebut.
Irwan SP juga mengemukakan, Kabupaten Bireuen yang terdiri dari 17 kecamatan dan berpenduduk 443 ribu jiwa. Setiap hari membutuhkan 100 ton ikan laut. Itu belum termasuk pasokan ikan laut ke luar kabupaten Bireuen antara lain, Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Menurut Irwan, jika kolam dermaga barunya selesai dibangun dengan sarana lengkap (tersedia Pom BBM dan pabrik es pengawetan ikan), PPI Peudada tidak hanya disinggahi kapal nelayan Kabupaten Bireuen, tapi juga akan disinggahi kapal nelayan dari luar Kabupaten Bireuen. Bahkan, akan disinggahi kapal barang lainnya, untuk mengisi bahan bakar dan air bersih.
“Selain itu, akan menjadikan PPI Peudada sebagai kawasan pariwisata bahari yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Kecamatan Peudada,” ujar Irwan. (HAR Djuli)












