KABAR BIREUEN, Peusangan — Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Pengurus Pusat Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) dengan menyalurkan donasi bagi dosen Program Studi (Prodi) Informatika dan Komputer di sejumlah daerah yang terdampak bencana banjir, termasuk di Provinsi Aceh.
Di Aceh, penyaluran bantuan tersebut difasilitasi Pengurus Wilayah APTIKOM Aceh dan diserahkan langsung kepada para dosen terdampak melalui Ketua Prodi Informatika dan Komputer di masing-masing perguruan tinggi.
Untuk Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, bantuan disalurkan kepada dosen dari dua prodi, yakni Informatika dan Informatika Medis. Penyerahan donasi dilakukan oleh masing-masing ketua prodi pada Rabu (14/1/2026).
BACA JUGA: Delapan Mahasiswa Fikom Umuslim Ikuti KKM Internasional di Malaysia dan Thailand
Ketua Prodi Informatika Medis Fikom Umuslim, Heri Gustami, M.Kom, saat menyerahkan amanah donasi dari APTIKOM Pusat, menyampaikan harapannya agar bantuan tersebut dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi para penerima.
“Harapan saya, semoga amanah APTIKOM yang kami serahkan ini bermanfaat dan berkah. Jangan melihat dari jumlahnya, tetapi jadikan ini sebagai bukti bahwa kita tidak sendiri,” ujar Heri Gustami.

Hal senada disampaikan Ketua Prodi Informatika Fikom Umuslim, Hanan Asrawi, M.Kom. Ia mengucapkan terima kasih kepada APTIKOM Pusat, APTIKOM Aceh, serta para donatur yang telah menunjukkan kepedulian dengan menyalurkan bantuan kepada dosen Fikom Umuslim yang terdampak banjir.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian ini. Bantuan ini sangat berarti bagi rekan-rekan dosen yang sedang mengalami musibah,” kata Hanan.
BACA JUGA: Fikom Umuslim Yudisium 98 Lulusan, Diharapkan Jadi Intelektual dan Profesional Unggul
Apresiasi juga disampaikan Dekan Fikom Umuslim, Riyadhul Fajri, SST, M.Kom. Ia mengucapkan terima kasih kepada APTIKOM Pusat, APTIKOM Aceh, serta seluruh donatur atas solidaritas dan empati yang diberikan kepada dosen FikomUmuslim.
Kepada para penerima bantuan, Riyadhul Fajri mengingatkan agar tidak menilai bantuan dari besar kecilnya nilai yang diterima, melainkan dari ketulusan dan kepedulian yang menyertainya.
“Ini bukti bahwa kita tidak sendiri. Banyak saudara di berbagai daerah yang peduli kepada kita saat ditimpa musibah. Mari tetap bersyukur dan terus semangat mengabdi untuk mencerdaskan anak bangsa,” ungkap Riyadhul Fajri terharu. (Suryadi)











