KABAR BIREUEN-Drs H Mustafa A Glanggang didapuk sebagai Ketua PSSB Bireuen secara spontan pada acara silaturrahmi di Rumah Dinas Wabup Bireuen, Selasa (24/12/2019).

Acara tersebut dihadiri, Wakil Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani, SH MSi, Ketua KONI Bireuen, H Mukhlis Amd, mantan Pengurus dan mantan pemain PSSB Bireuen, serta sejumlah pecinta olahraga sepakbola kabupaten setempat.

Sumber media ini, mengatakan penunjukan Drs H Mustafa A Glanggang sebagai ketua PSSB Bireuen terjadi secara spontan. Bupati Bireuen periode 2002-2007 itu sebelumnya telah menerima mandat dari Asprov PSSI Aceh sebagai caretaker Pengurus Klub PSSB Kabupaten Bireuen.

Drs H Mustafa A Glanggang yang ditanya wartawan, Kamis (26/12/2019) mengatakan mandat yang diterima dari Asprov PSSI Aceh diberikan tenggang waktu sampai Maret 2020.

“Hal itu saya bicara dengan beberapa teman, dan mendapat respon untuk membentuk pengurus baru agar PSSB bisa jaya kembali,” ujar pria yang akrab disapa Pak Mus.

Ditanya tentang permasalahan utang dengan pemain, di antaranya pemain asing, sehingga berakibat vakumnya klub bolakaki yang dibentuk di era 1970 an itu, Drs Mustafa A Glanggang yang pernah lama bergelut di profesi pers, mengaku hal tersebut tidak harus membatalkan rencana untuk ‘menghidupkan’ kembali PSSB Bireuen.

“Kalau kompak semua bisa kita atasi. Ketika silaturrahmi di Rumah Dinas Wabup yang menetapkan ketua baru, Saudara Mukhlis (Ketua KONI Bireuen-red) ketika menyampaikan sambutan sempat menyebutkan uangnya tersangkut di PSSB. Tapi saya tanya uang yang Rp800 juta itu, bagaimana kalau diikhlaskan saja, saya lihat Pak Mukhlis mengangguk kepala. Itukan karena komunikasi yang kita bangun,” ujar politikus ulung itu.

Begitupun, Mustafa Glanggang mengajak masyarakat, terutama pecinta olahraga supaya ikut bersama menjayakan kembali PSSB Bireuen.

Sebagaimana diketahui PSSB Bireuen pernah berada di level Devisi Utama. Puncak kejayaan klub kebanggaan masyarakat Bireuen itu diukir di masa ketuanya dipangku Drs H Mustafa A Glanggang. Namun, PSSB Bireuen mengalami kemunduran pada 2013 dan vakum karena persoalan keuangan.(Rizanur)

BAGIKAN