KABAR BIREUEN, Jangka – Kolaborasi internasional antara Fakultas Teknik Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen dan Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang menghadirkan momen penuh empati di Kabupaten Bireuen. Sembilan mahasiswa dan dosen dari Jepang turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir besar yang melanda wilayah itu pada akhir November 2025 lalu.
Kegiatan yang dipusatkan di Dayah Istiqamatuddin, Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Rabu (4/3/2026), menjadi kunjungan perdana mahasiswa NGU ke Bireuen dalam rangka kolaborasi akademik dan pengabdian internasional.
Delegasi NGU didampingi Prof. Kage Toshio, salah seorang pimpinan fakultas di NGU, serta Prof. Saeki Natsuko, dosen yang memfasilitasi kerja sama antara Umuslim dan NGU Jepang. Usai kegiatan di dayah, rombongan meninjau langsung kawasan terdampak banjir. Mereka tampak prihatin melihat sisa-sisa rumah warga yang hancur dan kondisi lingkungan yang masih dalam tahap pemulihan.
Koordinator kegiatan sekaligus Head of International Office Universitas Almuslim, Risky Novialdi, S.IP., M.HI, mengatakan kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian penting dari pembelajaran kemanusiaan.

“Mahasiswa dan dosen dari NGU kami ajak untuk melihat langsung kondisi lapangan agar mereka memahami secara nyata dampak bencana yang dialami masyarakat. Ini menjadi bagian dari pembelajaran kemanusiaan dan penguatan empati lintas budaya,” ujarnya.
Dekan Fakultas Teknik Umuslim, Dr. Muhammad Yanis, M.T., menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa dan dosen dari Jepang merupakan simbol solidaritas global terhadap masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bireuen.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan implementasi kerja sama internasional yang telah terjalin sejak penandatanganan nota kesepahaman pada 2014. Sejak saat itu, kedua institusi aktif mengembangkan berbagai program kolaborasi akademik.
“Melalui kerja sama ini, Fakultas Teknik Universitas Almuslim berharap dapat memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan kontribusi akademik dalam bidang teknologi, rekayasa, dan pengembangan masyarakat berbasis inovasi. Kolaborasi dengan mitra internasional seperti NGU Jepang diharapkan menjadi momentum penting dalam mendorong internasionalisasi perguruan tinggi serta memperkuat posisi Universitas Almuslim dalam jejaring akademik global,” kata Dr. Muhammad Yanis.

Sementara itu, Prof. Saeki Natsuko menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama kedua pihak. Ia mengaku merasa terpanggil untuk kembali ke Aceh bersama mahasiswa guna memberikan dukungan moril dan materil kepada masyarakat terdampak banjir.
“Kami berterima kasih kepada Universitas Almuslim atas kolaborasi ini. Kehadiran kami di sini adalah bentuk kepedulian dan dukungan bagi masyarakat yang sedang dalam proses pemulihan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan dan sivitas akademika Umuslim, di antaranya Dekan FKIP, Dekan Fakultas Kesehatan, para dosen, anggota Sanggar Mirah Delima, serta jajaran kampus lainnya.
Delegasi Fakultas Teknik dalam kolaborasi ini dipimpin Dr. Muhammad Yanis, M.T, didampingi Ketua Senat Fakultas Teknik Mahdi, S.T., M.T, Wakil Dekan III Ir. Richard Mareno, S.T., M.T, serta dua dosen Fakultas Teknik, Ir. Maysa Fitri, S.ST., M.T, dan Marisa Hajrina, S.T., M.Ars. (Red)










