KABAR BIREUEN, Bireuen – Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T., berpesan kepada para pemain PSSB U-13 agar tidak hanya mengejar prestasi saat berlaga di Piala Soeratin U-13 PSSI Aceh, tetapi juga menjaga sikap, kedisiplinan, sportivitas, akhlak,.dan nama baik Bireuen.
Pesan tersebut disampaikan Mukhlis saat melepas keberangkatan Tim PSSB U-13 di Pendopo Bireuen, Sabtu (15/8/2026) malam. Tim kebanggaan masyarakat Bireuen itu dijadwalkan mengikuti Piala Soeratin U-13 PSSI Aceh di Stadion Kuta Asan, Sigli, Kabupaten Pidie, mulai 20 Agustus 2026.
“Adik-adik membawa nama PSSB dan nama Kabupaten Bireuen. Karena itu, jaga nama baik daerah bukan hanya melalui prestasi di lapangan, tetapi juga melalui sikap, kedisiplinan, dan akhlak yang baik,” pesan Mukhlis kepada para pemain.
Ia meminta para pemain tampil penuh semangat dan percaya diri, menjaga kekompakan, menghormati lawan, serta mengikuti arahan pelatih.
Menurut Mukhlis, kompetisi tersebut bukan semata-mata soal menang atau kalah, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pemain muda untuk membangun mental dan karakter sebagai calon pesepak bola masa depan Bireuen.
“Kita tentu berharap adik-adik mampu meraih prestasi terbaik. Namun, yang tidak kalah penting, kompetisi ini menjadi pengalaman berharga dalam membentuk mental, karakter, dan perjalanan adik-adik sebagai generasi penerus sepak bola Kabupaten Bireuen,” ujarnya.

Mukhlis juga meminta para pelatih dan ofisial memberikan pendampingan terbaik, terutama dalam menjaga kesehatan dan kondisi para pemain selama mengikuti kompetisi.
Pernah Pimpin PSSB
Dalam kesempatan tersebut, Mukhlis turut mengenang perjalanan PSSB ketika dirinya dipercaya menjadi Ketua Umum PSSB pada masa Bireuen dipimpin H. Ruslan M. Daud (periode 2012–2017).
Saat itu, PSSB yang dikenal dengan julukan Laskar Batee Kureng berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia yang dikelola Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).
Mukhlis menceritakan, mengurus sebuah klub sepak bola membutuhkan perjuangan dan dukungan berbagai pihak. Pada musim kompetisi 2013, bahkan satu unit alat berat ekskavator miliknya yang saat itu bernilai sekitar Rp800 juta terpaksa dijual untuk membantu membiayai kebutuhan PSSB. Jika dikonversikan dengan nilai saat ini, aset tersebut diperkirakan setara sekitar Rp1,6 miliar.
Ia juga mengingat bagaimana pembiayaan PSSB dilakukan pada masa kepemimpinan Bupati Bireuen Mustafa A. Glanggang periode 2002–2007. Selain mengalokasikan APBK (saat itu masih dibolehkan secara aturan), Mustafa meminta dukungan dana pada para kontraktor yang mendapatkan pekerjaan dari pemerintah.
Bagi Mukhlis, sejarah panjang PSSB menunjukkan, klub tersebut bukan sekadar tim sepak bola, melainkan bagian dari kebanggaan masyarakat Bireuen.

“Kehadiran para pengurus PSSB dari berbagai generasi, mantan pemain senior, dan pemerhati sepak bola malam ini, menunjukkan bahwa semangat sangat tinggi untuk membangun dan membangkitkan kembali sepak bola di Bireuen,” katanya.
Ia berharap, dukungan terhadap pembinaan sepak bola usia dini harus terus diperkuat, sehingga akan lahir pemain-pemain berkualitas yang mampu membawa nama Bireuen hingga tingkat nasional.
PSSB Siapkan Pembinaan Jangka Panjang
Sementara itu, Ketua Umum PSSB Bireuen, Drs. H. Mustafa A. Glanggang, melaporkan, tim U-13 akan berangkat pada 19 Agustus 2026 untuk mengikuti Piala Soeratin PSSI Aceh yang digelar di Stadion Kuta Asan, Sigli, mulai 20 Agustus 1016 mendatang.
Menurutnya, pelepasan dilakukan lebih awal karena mengingat agenda Bupati Bireuen cukup padat menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Tim yang berangkat berjumlah sekitar 30 orang, termasuk pemain, pelatih, dan ofisial.
“Target kita bisa menjuarai Piala Soeratin U-13 PSSI Aceh, sehingga bisa mewakili Aceh di Piala Soeratin tingkat nasional nantinya,” ungkap Mustafa.
Ia menjelaskan, para pemain U-13 yang mayoritas masih duduk di kelas I SMP tersebut, dipersiapkan melalui program pembinaan jangka panjang.

“Anak-anak ini umurnya 13 tahun. Saya yakin 10 tahun yang akan datang, ada bibit-bibit PSSB ini yang akan bermain untuk Timnas dan bermain di Gelora Jakarta. Insyaallah,” ujar Mustafa.
Ia menjelaskan, pemain yang telah direkrut PSSB akan terus dibina hingga usia 19 tahun. Setelah mengikuti kompetisi U-13, para pemain akan kembali dipersiapkan untuk kelompok usia berikutnya.
“Setelah pulang dari Soeratin, mereka akan terus kita bina sampai umur 19 tahun. Kalau bermain di klub lain boleh, tetapi ketika PSSB membutuhkan, mereka tetap terikat dengan PSSB,” katanya.
Mustafa menyebutkan, para pemain U-13 tersebut direkrut dari berbagai wilayah Bireuen, mulai Kecamatan Gandapura hingga Samalanga. Mereka kini menjalani latihan di bawah asuhan Saifuddin alias Udin Matang di Stadion Paya Kareung.
Ia optimistis pola pembinaan berkelanjutan tersebut dapat menjadikan Bireuen sebagai salah satu daerah penghasil pemain sepak bola berbakat di Aceh.
“Kalau ini bisa kita lakukan, Bireuen adalah gudangnya bibit-bibit pemain bola. Mari jadikan sepak bola sebagai industri. Ketika mereka sudah hebat, kita lepas untuk berkembang dan memberikan nilai bagi sepak bola Bireuen,” tutur Mustafa.

Dalam acara pelepasan itu, Bupati Mukhlis juga menyerahkan bungong jaroë atau bantuan dana kepada kapten Tim PSSB U-13.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bireuen akan menyediakan bus beserta biaya operasional untuk mengantar tim menuju Sigli dan menjemput mereka setelah menyelesaikan pertandingan.
Acara pelepasan turut dihadiri tokoh sepak bola Bireuen, para mantan pemain dan pengurus PSSB dari berbagai generasi, pemerhati sepak bola, serta orang tua para pemain.
Dukungan tersebut diharapkan menjadi suntikan semangat bagi para pemain muda PSSB untuk tampil maksimal sekaligus membawa nama baik Bireuen dalam ajang Piala Soeratin U-13 PSSI Aceh. (Suryadi)










