KABAR BIREUEN, Kota Juang – Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, mengharapkan agar pelayanan publik di sektor pendidikan dan kesehatan harus dijalankan dengan integritas dan empati. Bahkan, ia mengingatkan para tenaga kesehatan agar tidak membiarkan birokrasi menghambat pelayanan hingga berdampak fatal bagi masyarakat.
Pesan tegas itu disampaikan Bupati Mukhlis saat melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 81 Kepala Sekolah dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen Tahun 2026, di Aula UPTD SPNF SKB Disdikbud Bireuen, Jumat (27/2/2026) sore.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Pj Sekretaris Daerah Bireuen, para asisten, Kepala Bappeda, Plt Kepala BKPSDM Bireuen, Sekretaris Disdikbud Bireuen, serta sejumlah undangan lainnya.
Adapun pejabat yang dikukuhkan dan dilantik terdiri atas 3 Kepala UPTD Taman Kanak-Kanak Negeri, 27 Kepala UPTD SD Negeri, 8 Kepala UPTD SMP Negeri, serta 43 pejabat jabatan fungsional.
Dalam sambutannya, Bupati Mukhlis menyampaikan, pelantikan ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2025 tentang pengangkatan Kepala Sekolah melalui sistem digital SIM KSPSTK. Aturan tersebut menggantikan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 40 Tahun 2021 sebagai upaya penyempurnaan tata kelola manajemen satuan pendidikan.
Ia menegaskan, sistem baru ini memastikan kepala sekolah yang diangkat benar-benar memenuhi standar profesional, mulai dari kualifikasi akademik minimal S1 atau D-IV, memiliki sertifikat pendidik, pengalaman manajerial, hasil penilaian kinerja minimal baik, hingga memenuhi ketentuan kepangkatan dan integritas.
“Ini menunjukkan bahwa jabatan yang saudara emban bukan sekadar amanah administratif, tetapi amanah profesional dan moral,” ujar Mukhlis.
Menurutnya, kepala sekolah harus menjadi pemimpin yang adil, jujur, serta berorientasi pada kemaslahatan generasi muda Bireuen. Masa penugasan kepala sekolah berlangsung selama empat tahun dan dapat diperpanjang hingga dua periode, namun akan dievaluasi setiap enam bulan.

“Saya berharap saudara-saudara yang baru dilantik dapat bekerja dengan baik dan jujur untuk mewujudkan mutu pendidikan Kabupaten Bireuen ke arah yang lebih baik. Jangan hanya menjadi administrator, tetapi jadilah pemimpin pembelajaran yang visioner dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” tegasnya.
Selain kepala sekolah, pelantikan juga didominasi pejabat fungsional dari sektor kesehatan. Mukhlis menekankan, sektor kesehatan merupakan wajah utama pelayanan publik di Bireuen.
“Masyarakat tidak hanya butuh obat, mereka butuh empati,” katanya.
Ia menekankan tiga poin penting bagi tenaga kesehatan. Pertama, melayani pasien dengan senyum dan kesabaran serta menganggap mereka sebagai keluarga sendiri. Kedua, memastikan pelayanan di Puskesmas, terutama di pelosok kecamatan, berjalan responsif dan tanpa diskriminasi.
“Jangan biarkan birokrasi merenggut nyawa,” tegas Mukhlis.
Ketiga, ia meminta seluruh tenaga kesehatan memanfaatkan sistem informasi digital kesehatan dan bersikap adaptif terhadap perubahan zaman.
Kepada seluruh pejabat fungsional lainnya, Bupati Mukhlis menegaskan, integritas adalah harga mati. Ia mengajak seluruh ASN membuktikan bahwa aparatur sipil negara Bireuen adalah ASN yang BerAKHLAK—berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.
“Bekerjalah dengan niat ibadah, penuh tanggung jawab, dan senantiasa menjaga integritas. Jadikan jabatan ini sebagai ladang amal dan pengabdian kepada masyarakat,” pinta Mukhlis. (Hermanto)










