KABAR BIREUEN-Daryani menyambut hangat kedatangan tim Kami Peduli Bireuen (KPB) yang datang ke rumahnya di Desa Meunasah Tunong, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Sabtu (16/3/2019).

Dengan tergopoh-gopoh sambil menggendong putra bungsunya Faiz Arisyad, dia lalu memanggil sang suami, Nasib yang kebetulan sedang berada di kebun belakang rumahnya.

Nasib (51), pria asal Medan yang menikahi Daryani, wanita asal Peudada, lebih dari sepuluh tahun lalu itu pun kemudian turut menerima tim KPB Care dengan ramah dan tersenyum bahagia.

Kunjungan KPB yang langsung dipimpin Koordinatornya, Deni Putra SE MM kali ini untuk menyerahkan bantuan sembako, diantaranya beras, mie instan, telur, minyak goreng, gula, lalu ada ayunan untuk balita serta pakaian layak pakai untuk keluarga tersebut.

Deni Putra saat penyerahan bantuan untuk keluarga miskin itu menyebutkan, bantuan tersebut adalah sumbangan donatur KPB.

“Ini ada ayunan juga yang kami serahkan, semoga bermanfaat untuk ayunan anak Bapak dan Ibu. Selain itu ada juga sembako kebutuhan sehari-hari,” sebut Deni.

Nasib dan istrinya mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kepedulian dari KPB yang membantu keluarganya.

“Terima kadih Bapak-bapak dan Ibu-ibu semua yang telah datang dan menyerahkan bantuan kepada kami. Semoga berkah dan ditambahkan rezeki oleh Allah,” sebut Daryani.

Pada kesempatan itu, Deni juga mengatakan, terkait rencana pembangunan rumah, keluarga tersebut diminta mempersiapkan semua persyaratannya, termasuk surat tanah serta lokasi pembangunan.

Sebelumnya, tim KPB juga telah bertandang ke rumah Nasib pada Kamis (14/3/2019) lalu untuk mensurvey dan mendata rumah mereka.

Nasib bersama istrinya Daryani dan tiga anaknya, Putri Nurliza, Farhan dan Faiz Arisyad menempati rumah tak layak huni, beratapkan rumbia, berdinding kayu dan berlantai tanah  tersebut lebih dari lima tahun.

Sebelumnya, sebut Daryani, mereka menetap di kampung suaminya di Medan.

Namun, karena di saba juga tak punya pekerjaan tetap, akhirnya lima tahun lalu dia kembali dan menetap di kampung halaman Daryani di Meunasah Tunong.

Usai dari rumah Nasib, tim KPB lalu menemui anak perempuan mereka yang saat itu sedang sekolah di SDN 5 Peudada dan menyerahkan sumbangan uang kepada Putri Nurliza untuk keperluan sekolahnya.

Dia adalah anak pertama Nasib dan Daryani, siswi kelas 4 SD itu dikenal berprestasi, meraih rangking yang bagus di sekolahnya.

Saat penyerahan bantuan, Putri Nurliza tampak malu dan tak banyak bicara, dia ditemani sejumlah guru-gurunya.

“Terima kasih kepada KPB yang telah membantu siswi kami. Ini sangat bermanfaat untuk keperluan sekolah dan lainnya,” ucap salah seorang guru. (Ihkwati).

BAGIKAN