KABAR BIREUEN, Bireuen – Memperingati Milad Al-Albab ke-66 dan Haul ke-4 Abu Tumin Blang Bladeh, ulama muda dari berbagai daerah di Aceh akan menggelar Mubahasah Ulama Muda Seluruh Aceh di Kompleks Dayah Almadinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.
Mubahasah tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, Sabtu–Minggu, 15–16 Agustus 2026. Selain mubahasah, panitia juga menggelar doa bersama untuk almarhum Abu Tumin, Ummi, serta para guru lainnya.
Ketua Panitia Pelaksana, Tgk Muhammad Fadhil bin Mustafa, mengatakandala, egiatan mubahasah digelar untuk membahas berbagai persoalan keagamaan yang kontekstual dan membutuhkan pencerahan agar masyarakat dapat memahami persoalan agama secara lebih baik.
“Melalui mubahasah ini, berbagai persoalan yang dihadapi umat saat ini akan dibahas untuk memberikan pencerahan dan pemahaman keagamaan kepada masyarakat,” kata Tgk Muhammad Fadhil, Jumat (14/8/2026).
Mubahasah dijadwalkan berlangsung Sabtu, 15 Agustus 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.
Bahas Tiga Persoalan Aktual
Panitia telah menyiapkan tiga persoalan utama yang akan menjadi bahan pembahasan. Ketiganya yakni hukum affiliate dalam jual beli online, kedudukan syariat dan hakikat dalam pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah, serta hukum menjamak salat ketika terjebak kemacetan.
Panitia Bidang Komunikasi, Media, dan Publikasi, Abi Akthaillah Daud, menjelaskan, masing-masing persoalan memiliki fokus pembahasan tersendiri.
Untuk persoalan affiliate bisnis online, mubahasah akan mengkaji hukum perbuatan dan status penghasilan yang diperoleh. Sementara persoalan syariat dan hakikat akan membahas pengertian kedua istilah tersebut serta kedudukan keduanya dalam pengamalan.
Adapun persoalan jamak salat karena kemacetan akan membahas status hukum menjamak salat dan ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi.

“Fokus pada persoalan affiliate bisnis online adalah hukum perbuatan dan status penghasilannya. Sedangkan masalah syariat dan hakikat adalah maksud dari kedua istilah tersebut serta kedudukan keduanya dalam pengamalan,” ujar Abi Akthaillah.
Ia menambahkan, persoalan jamak salat karena kemacetan juga dipilih karena relevan dengan kondisi yang dialami masyarakat, terutama saat terjadi kemacetan akibat akses transportasi yang terganggu.
Salah satu contoh yang menjadi perhatian adalah kondisi masyarakat ketika melintasi jembatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, setelah terjadi musibah banjir besar yang berdampak pada kelancaran arus lalu lintas.
Doa Bersama dan Khanduri
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dijadwalkan pada Minggu, 16 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di Makbarah Abu Tumin, Kompleks Dayah Almadinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh.
Doa bersama tersebut diperuntukkan bagi almarhum Abu Tumin dan Ummi serta para guru lainnya. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan khanduri bersama.
Ketua Pengurus Alumni Pusat Al-Albab, Abi Faisal Hadi Ujong Blang, melalui Abi Akthaillah Daud, mengharapkan para alumni dan masyarakat dapat hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
“Kami berharap segenap alumni dan masyarakat dapat berkesempatan hadir untuk bersama-sama mengikuti doa bersama,” ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan Milad Al-Albab dan Haul Abu Tumin tahun ini dilaksanakan dengan dukungan swadaya alumni dan masyarakat.
Panitia juga masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin memberikan dukungan melalui donasi untuk kegiatan tersebut melalui situs resmi Al-Albab: https://alumnialbab.github.io/haul-albab/.
(Red)











