KABAR BIREUEN, Bireuen – Sebanyak 13 Kepala Keluarga (KK) pengungsi asal Gampong Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen yang sebelumnya mendirikan tenda darurat di halaman Kantor Bupati Bireuen, memutuskan kembali ke desanya, Sabtu (28/3/2026) sore.
Kembalinya para korban banjir tersebut, setelah Camat Jeumpa, Rusli S.Sos dan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen menyampaikan kepada pengungsi, akan direalisasikan pembangunan hunian tetap (huntap) dan pencairan Dana Tunggu Hunian (DTH) ke rekening penyintas bencana banjir itu.
Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Doli Mardian, kepada media menyebutkan, pihaknya telah bermusyawarah dengan para pengungsi terkait permintaan mereka.
Pada kesempatan itu, dia menyampaikan kepada pengungsi tersebut agar mereka membuat buku rekening bank untuk menerima pencairanan DTH bagi yang belum menerima. Karena kalau tidak ada buku rekening tidak ada bukti nantinya.
“Terkait huntap, akan segera dibangun. Minggu (29/3/2026) besok, akan dibawa material untuk membangun rumah,” sebutnya.
Ditambahkan Doli, huntap yang akan dibangun tersebut senilai Rp60 juta per unit.
“Kita tidak memperlambat-lambat, langsung membangun rumah untuk korban banjir di Salah Sirong Jaya,” pungkas Doli.

Sementara itu, sebelumnya salah seorang pengungsi, Mustafa, menyebutkan, mereka sepakat pulang setelah tuntutan didengar dan dipenuhi.
“Tadi mereka berjanji, bagi warga yang belum mendapat DTH, hari Senin akan segera dibuat buku tabungan dan untuk kami akan segera dibangun huntap,” ungkapnya.
Namun, Mustafa mengingatkan bahwa janji tersebut harus ditepati.
“Bila janji diabaikan dan tidak dipenuhi, kami akan kembali mengungsi dan mendirikan tenda lagi di halaman kantor bupati,” pungkasnya.
Sebelumnya, pada Rabu (25/3/2026) malam, lima kepala keluarga (KK) korban bencana dari Gampong Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, datang mengungsi dan mendirikan tenda di halaman kantor Bupati Bireuen.
Selanjutnya, pada Jumat (27/3/2026) sore kembali datang delapan KK lagi. Mereka menyuarakan tuntutannya agar pemerintah membangun hunian sementara (huntara), karena sebagian besar dari mereka kehilangan rumah dan lahan.
Sementara itu, pengungsi asal Gampong Kapa dan Gampong Raya Dagang, Kecamatan Peusangan, sampai saat ini masih bertahan di tenda pengungsian di halaman Kantor Bupati Bireuen. (Ihkwati)










