Buka Muskab VI, Bupati Bireuen: PMI Mitra Strategis Pemerintah

KABAR BIREUEN, Bireuen–Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) VI Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen Tahun 2026 di Aula Lama Setdakab Bireuen, Rabu (22/7/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Mukhlis menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh jajaran PMI Kabupaten Bireuen beserta para relawan yang selama ini telah menunjukkan dedikasi dan semangat kemanusiaan dalam membantu masyarakat.

Menurutnya, PMI telah menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam berbagai pelayanan kemanusiaan, mulai dari kegiatan donor darah, penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, pembinaan Palang Merah Remaja (PMR), hingga berbagai aksi sosial lainnya.

“Dedikasi tanpa pamrih yang ditunjukkan selama ini telah memberikan dampak nyata bagi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bireuen,” ujar Mukhlis.

Bupati menegaskan, Musyawarah Kabupaten merupakan forum penting bagi organisasi untuk melakukan evaluasi terhadap program kerja yang telah dilaksanakan, menyusun arah kebijakan organisasi ke depan, sekaligus memilih kepengurusan baru yang akan mengemban amanah selama lima tahun mendatang.

Ia berharap seluruh peserta musyawarah dapat mengikuti seluruh rangkaian sidang dengan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, musyawarah untuk mufakat, kebersamaan, serta tetap berpedoman pada Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

“Pemerintah Kabupaten Bireuen menyambut baik pelaksanaan Muskab PMI ini dan mendukung penuh berbagai program kemanusiaan yang dijalankan PMI. Semoga musyawarah ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi,” katanya.

Mukhlis juga berharap ketua dan pengurus PMI Kabupaten Bireuen yang akan terpilih nantinya merupakan sosok yang memiliki integritas, kepemimpinan, komitmen, serta semangat pengabdian yang tinggi sehingga mampu membawa PMI Kabupaten Bireuen menjadi organisasi yang semakin maju, profesional, mandiri, serta mampu memberikan pelayanan kemanusiaan yang cepat, tepat, dan berkualitas kepada masyarakat.

Sebelumnya, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen, Edi Saputra SH MM, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen, DPRK, PMI Aceh, serta seluruh relawan dan mitra kerja atas dukungan yang diberikan terhadap berbagai program kemanusiaan PMI.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Bireuen, Edi Saputra SH, MM. (Foto: Ihkwati/Kabar Bireuen)

Dalam sambutannya, Ketua PMI Bireuen mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., selaku Pelindung PMI, atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan Muskab, termasuk penyediaan fasilitas tempat dan konsumsi kegiatan.

Ia mengatakan, komitmen Bupati tidak hanya terlihat dalam mendukung organisasi PMI, tetapi juga melalui keterlibatan langsung saat bencana banjir melanda Kabupaten Bireuen.

“Saat banjir melanda Kabupaten Bireuen, Bapak Bupati hadir di tengah masyarakat bersama para relawan PMI untuk memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan kepada warga yang membutuhkan,” ujar pria yang akrab disapa Edi Obama.

Ketua PMI Bireuen juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua PMI Aceh, Murdani Yusuf, atas arahan dan pembinaan yang terus diberikan kepada PMI Kabupaten Bireuen.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada DPRK Bireuen atas dukungan anggaran operasional dan dana hibah Tahun 2026 yang dinilai sangat membantu kelangsungan pelayanan kemanusiaan.

Dalam kesempatan itu, Ketua PMI Bireuen mengungkapkan salah satu capaian penting organisasi, yakni rampungnya rehabilitasi total Markas PMI Bireuen pada tahun 2025.

Menurutnya, penyelesaian pembangunan markas tersebut menjadi anugerah karena selesai sebelum bencana banjir melanda Kabupaten Bireuen, sehingga dapat difungsikan sebagai pusat koordinasi pelayanan kemanusiaan dan rumah pengabdian bagi para relawan.

Ketua PMI Bireuen menegaskan, Musyawarah Kabupaten VI bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi program kerja, memperkuat persatuan, sekaligus melakukan penyegaran kepengurusan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PMI yang dilaksanakan setiap lima tahun.

Dalam sambutannya, ia juga memberikan penghormatan kepada para tokoh yang telah berjasa membangun PMI Bireuen, yakni A.R. Djuli, almarhum H. Asyeik H. Yusoef, Dr. H. Anwar Idris, serta Murdani Yusuf yang kini menjabat Ketua PMI Aceh.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh, Murdani Yusuf. (Foto: Ihkwati/Kabar Bireuen)

Tak lupa, penghargaan khusus diberikan kepada seluruh relawan PMI Bireuen yang disebutnya sebagai “pahlawan kemanusiaan” karena selalu berada di garis depan saat masyarakat membutuhkan pertolongan.

“Rompi merah yang dikenakan relawan bukan sekadar seragam organisasi, tetapi lambang keberanian, keikhlasan, dan pengabdian yang tidak mengenal lelah,” katanya.

Di akhir sambutannya, Ketua PMI Bireuen menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama masa kepengurusan serta berharap kepengurusan yang akan datang mampu melanjutkan dan menyempurnakan program-program kemanusiaan yang telah dirintis.

Ia juga mengajak seluruh peserta Muskab untuk menjaga suasana persaudaraan, mengedepankan musyawarah mufakat, dan menghasilkan keputusan terbaik demi kemajuan PMI Kabupaten Bireuen.

“Semoga Musyawarah Kabupaten VI ini melahirkan kepengurusan yang mampu membawa PMI Bireuen semakin maju, profesional, mandiri, dan terus menjadi kebanggaan masyarakat dalam memberikan pelayanan kemanusiaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PMI Aceh, Murdani Yusuf SE mengatakan, tiga syarat utama yang selalu ditekankan oleh Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, untuk menjadi pengurus PMI adalah, memiliki jiwa sosial, punya waktu, dan mampu menjaga amanah.

Mengingat PMI adalah organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan, pengurus harus memiliki keikhlasan, kepedulian tinggi, serta dedikasi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa mengharapkan pamrih.

“Menjadi pengurus PMI menuntut kesiapan untuk merespons kondisi darurat dan bencana dengan cepat. Karena itu, calon pengurus harus memiliki keluangan waktu di luar kesibukan utamanya,” sebut Murdani.

Dan pengurus PMI harus mampu menjaga amanah karena amanah adalah kunci untuk menjaga kepercayaan publik.

“Pengurus PMI ditekankan untuk selalu menjaga integritas tinggi dan menjauhi tindakan koruptif dalam mengelola donasi serta bantuan untuk kemanusiaan,” sebutnya.

Acara pembukaan Muskab VI PMI Kabupaten Bireuen dihadiri anghota DPRK Bireuen, unsur Forkopimda, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, pimpinan perguruan tinggi, Ketua Bawaslu Bireuen, Ketua KNPI Kabupaten Bireuen, panitia, peserta musyawarah. (Ihkwati)

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Bupati Bireuen Ajak Kader HMI Kedepankan Karakter Islami

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Bupati Bireuen, Mukhlis, ST mengajak kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bireuen untuk membangun karakter dan intelektualitas yang mengedepankan nilai-nilai Islami...

BSI Aceh Bersama OJK dan FKIJK Gelar GENCARKAN, Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh– PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan...

Polres Bireuen Tangkap Enam Pengedar Sabu 

0
KABAR BIREUEN, Bireuen– Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Bireuen berhasil mengamankan enam orang terduga pengedar narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polres Bireuen...

Kapolda Aceh Perkuat Kemitraan dengan Insan Pers untuk Hadirkan Informasi Kredibel dan Bangun Kepercayaan...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Kapolda Aceh, Irjen Pol. Ruddi Setiawan, SIK, SH, MH, menegaskan pentingnya memperkuat kemitraan antara Polri dan insan pers sebagai...

Dukung Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Pemprov Aceh Siapkan 766 Paket Kegiatan Realisasi Tambahan TKD

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh-Pemerintah Provinsi Aceh mempersiapkan pelaksanaan 766 paket kegiatan yang bersumber dari tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 senilai Rp824,90...

KABAR POPULER

TP-PKK Kecamatan Peudada Juara Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Kabupaten Bireuen 

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Peudada berhasil meraih juara 1 dalam lomba masak serba ikan tingkat...

Polres Bireuen Tangkap Enam Pengedar Sabu 

0
KABAR BIREUEN, Bireuen– Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Bireuen berhasil mengamankan enam orang terduga pengedar narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polres Bireuen...

Dibuka Wabup Razuardi, DPKP Bireuen Gelar Lomba Masak Serba Ikan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen -Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Bireuen menggelar Lomba Masak Serba Ikan (LMSI) tingkat Kabupaten Bireuen tahun 2026. Dengan tema Wujudkan Generasi...

Menang Adu Penalti Melawan Persip Pasee Aceh Utara, Juang FC Melaju ke Semifinal Piala...

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang - Juang FC Bireuen berhasil memastikan tiket ke semifinal Kompetisi Sepak Bola Piala Soeratin Kelompok Umur 17 Tahun atau U-17...

Dukung Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Pemprov Aceh Siapkan 766 Paket Kegiatan Realisasi Tambahan TKD

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh-Pemerintah Provinsi Aceh mempersiapkan pelaksanaan 766 paket kegiatan yang bersumber dari tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 senilai Rp824,90...