Bidang Pembinaan SD Disdikbud Bireuen Gelar Sosialisasi Bahaya Tindak Perundungan, Kekerasan dan Intoleransi

KABAR BIREUEN, Bireuen-Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen gelar Sosialisasi Bahaya Tindak Perundungan, Kekerasan, dan Intoleransi.

Sosialisasi yang diikuti ratusan guru jenjang Sekolah Dasar dibuka Kepala Disdikbud Bireuen Dr, Muslim, M.Pd diwakili Sekretaris dinas, Surya, S.Pd., M.M. di Aula UPTD SPNF SKB Disdikbud setempat, Jumat 24 Juli 2026.

Dalam arahannya Surya menyampaikan, sosialisasi ini sangat penting dengan tujuan memberi pemahaman bagi guru, terkait pencegahan terjadinya perundungan atau bullying, kekerasan dan intoleransi di tingkat sekolah.

Karena tanpa kita ketahui dan sadari perundungan sering terjadi di lingkungan sekolah di tingkat anak-anak baik itu diruang kelas maupun di tempat bermain.

Tujuan utamanya sosialisasi ini adalah memantapkan pemahaman, memberi standar pelayanan bila kejadian perundungan terjadi di sekolah dan bagaimana cara menanganinya sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023.

Dengan sosialisasi ini diharapkan nantinya para guru dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang siswa.

Ratusan guru jenjang SD dalam Kabupaten Bireuen ikuti Sosialisasi Bahaya Tindak Perundungan, Kekerasan, dan Intoleransi selama dua hari 24-25 Juli 2026. (Foto: Hermanto/Kabar Bireuen)

Surya memperingatkan para kepala sekolah dan guru agar memperketat pengawasan karena sanksi tegas menanti jika terjadi pembiaran kekerasan di lingkungan pendidikan.

“Sekolah harus bebas dari perundungan demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman sehingga para siswa pergi ke sekolah tidak memiliki rasa ketakutan,” tegasnya.

Surya juga mengharapkan melalui kegiatan sosialisasi ini para pendidik dapat menjadi agen perubahan yang memerangi perundungan dan tindak kekerasan di sekolah.

Diakhir sambutanya, Surya mengajak semua untuk menjadikan kegiatan ini bukan sekedar agenda seremonial tetapi sebagai momentum memperkuat tekad bersama bahwa tidak boleh ada satu pun anak yang merasa takut datang ke sekolah karena menjadi korban perundungan, kekerasan ataupun intoleransi.

Panitia pelaksana kegiatan, Dewi Sri Maharani, ST.,M.M melaporkan kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru mengenai bahaya perundungan, kekerasan dan intoleransi dilingkungan pendidikan.

Kemudian, menguat kapasitas guru dalam melakukan upaya pencegahan, deteksi dini serta penanganan berbagai bentuk kekerasan di sekolah, menumbuhkan budaya sekolah yang aman, ramah anak, inklusif serta menghargai keberagaman.

Panitia pelaksana Dewi Sri Maharani, ST.,M.M saat melaporkan kegiatan Sosialisasi Bahaya Tindak Perundungan, Kekerasan, dan Intoleransi, bagi guru jenjang SD, di Aula UPTD SPNF SKB Bireuen, Jumat 24 Juli 2026.(Foto: Hermanto/Kabar Bireuen)

“Dan membangun sinergi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua dan masyarakat dalam menciptakan ekosistim pendidikan yang sehat dan berkarakter,” ujarnya.

Disebutkan, Sosialisasi Bahaya Tindak Perundungan, Kekerasan, dan Intoleransi ini  diikuti 200 guru jenjang SD dalam Kabupaten Bireuen selama dua hari 24-25 Juli 2026.

“Dari 200 peserta tersebut untuk mengoptimalkan proses kegiatan sosialisasi, peserta dibagi dua ruangan yaitu Aula UPTD SPNF SKB Disdikbud Bireuen dan Aula Disdikbud,” jelas Dewi Sri Maharani.

Disebutkan, kegiatan sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh, yaitu Rastina, M.Pd dan Wahyuni, M.Pd.

Diharapkan, melalui kegiatan ini peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk-bentuk perundungan, kekerasan dan intoleransi di lingkungan pendidikan,

Kemudian, dapat yang timbul terhadap perkembangan peserta didik, strategi pencegahan dan penanganan yang tepat, penguatan budaya sekolah yang aman, inklusif, menghargai perbedaan serta berorentasi pada perlindungan hak-hak anak

“Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama bahwa setiap anak berhak memperoleh layanan pendidikan yang bermartabat, tanpa rasa takut, tanpa diskriminasi dan tanpa kekerasan dalam bentuk apapun,” tutupnya. (Hermanto)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Kenduri Maulid Akbar Meriahkan HUT ke-27 Bireuen, 5.850 Porsi Bu Kulah Disiapkan

0
Kenduri Maulid Akbar Meriahkan HUT ke-27 Bireuen, 5.850 Porsi Bu Kulah Disiapkan KABAR BIREUEN, Bireuen — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen akan menggelar Kenduri Maulid Nabi...

Pemkab Bireuen Alokasikan Rp13,6 Miliar untuk Gaji PPPK Paruh Waktu, akan Terima Rp300 Ribu...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen mengalokasikan anggaran Rp13,6 miliar untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK PW) dalam APBK-Perubahan...

16 Dosen UNIKI Lulus Serdos 2026, Jadi Penguat Mutu dan Profesionalisme Kampus

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Sebanyak 16 dosen Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) berhasil lulus Sertifikasi Dosen (Serdos) Tahun 2026. Capaian ini menjadi salah satu...

Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif, Polsek Pandrah Intensifkan Patroli Malam

0
KABAR BIREUEN, Pandrah-Personel Polsek Pandrah Polres Bireuen melaksanakan patroli malam sebagai langkah preventif untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di wilayah...

Kadistanbun Bireuen Bersama Tenaga Ahli Menteri Pertanian Tinjau Rehabilitasi Irigasi Tersier di Panton Geulima

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, S.E., M.M., bersama Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Teknologi Inovasi Pengelolaan...

KABAR POPULER

Pemkab Bireuen Alokasikan Rp13,6 Miliar untuk Gaji PPPK Paruh Waktu, akan Terima Rp300 Ribu...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen mengalokasikan anggaran Rp13,6 miliar untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK PW) dalam APBK-Perubahan...

Korcam Tani Merdeka Indonesia Bireuen Dilantik, Bupati Mukhlis: Harus Jadi Jembatan Komunikasi antara Petani...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pengurus Koordinator Kecamatan (Korcam) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen periode 2026–2031 resmi dilantik dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional 2026. Pelantikan...

Perkuat Ekonomi Keluarga, Yah Fud Serahkan Bantuan UEP kepada 63 Pelaku Usaha Kecil di...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Sebanyak 63 pelaku usaha kecil di Kabupaten Bireuen menerima bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk mendukung pengembangan usaha dan meningkatkan...

Kadistanbun Bireuen Bersama Tenaga Ahli Menteri Pertanian Tinjau Rehabilitasi Irigasi Tersier di Panton Geulima

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, S.E., M.M., bersama Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Teknologi Inovasi Pengelolaan...

Ditreskrimum Polda Aceh Berhasil Ungkap Kasus Aborsi di Banda Aceh, Tiga Pelaku Ditangkap

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh yang dipimpin Kompol Budi Nasuha Waruwu berhasil mengungkap kasus aborsi dan menangkap tiga...