KABAR BIREUEN, Makmur – Dua warga di Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah setempat, Rabu (26/11/2025).
Kedua korban berasal dari dua gampong berbeda dan meninggal dalam musibah yang terjadi hampir bersamaan.
Korban pertama, Muhammad, warga Gampong Buket Seulamat, meninggal dunia setelah terseret arus banjir di jalan gampong tersebut. Sementara korban kedua, Asiah, warga Gampong Ara Lipeh, meninggal akibat tertimbun tanah longsor di dapur rumahnya.
Peristiwa yang menimpa Asiah terjadi begitu cepat. Menurut keterangan menantunya, M. Yasin, kepada media ini, Kamis (4/12/2025), mertuanya itu keluar ke sumur di belakang rumah untuk kencing. Saat kembali menuju dapur, tanah di belakang rumah tiba-tiba longsor dan menghantam bangunan dapur.

“Mertua saya tertanam dengan longsor yang menerjang rumahnya,” ujar Yasin.
Dia menjelaskan, pihak keluarga berupaya mencari Asiah hingga akhirnya menemukan tubuh korban yang sudah tertimbun tanah.
“Korban cepat ditemukan karena terlihat sedikit bagian kaki di sudut rumah,” ungkapnya.

Selain menelan korban jiwa, banjir dan longsor di Kecamatan Makmur juga merendam banyak rumah beserta peralatannya. Wilayah terdampak tersebar di sejumlah gampong, seperti Ulee Gle, Lapehan Mesjid, Blang Kuthang, Cot Kruet, Tringgadeng, Leubu Mesjid, Kuta Barat, Leubu Cot, Leubu Me, hingga sebagian Paya Dua.
Di beberapa titik, longsor menghantam rumah warga hingga tidak lagi layak ditempati.
“Rumah sudah rusak dimasuki tanah longsor, tidak bisa ditempati lagi,” kata M. Yunus, warga Batee Dabai.

Musibah tersebut melanda tiga kemukiman di Kecamatan Makmur, yaitu:
• Kemukiman Suka Maju: Gampong Buket Seulamat, Panteu Breuh, dan Ulee Gle
• Kemukiman Suka Damai: Gampong Ara Lipeh, Tanjong Mulia, dan Matang Kumbang
• Kemukiman Suka Jaya: Gampong Mon Ara, Pandak, Seuneubok Baro, Blang Dalam, dan Batee Dabai
Selain permukiman, fasilitas umum seperti jalan gampong, jembatan, pagar, hingga saluran air juga mengalami kerusakan. (Faisal Ali)








