KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Tgk. H. Muniruddin M. Diah atau yang lebih dikenal sebagai Waled Kiran, resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh. Ulama kharismatik asal Pidie Jaya ini dinilai sebagai figur strategis yang diharapkan mampu memperkuat peran ulama dan dayah dalam arah perjuangan politik PKB di Aceh.
Hal tersebut seiring dengan pelantikan secara serentak yang dilakukan Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, terhadap 190 pimpinan DPW PKB se-Indonesia untuk periode 2026–2031. Prosesi pelantikan berlangsung di Movenpick Hotel Jakarta City Centre, Selasa (3/2/2026) malam.
Pada struktur pimpinan DPW PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud (HRD) dilantik sebagai ketua (Ketua Dewan Tanfidz). Putra Bireuen itu didampingi Tgk. Mujlisal sebagai sekretaris dan Dony Arega Rajes menjabat bendahara. Sementara posisi Ketua Dewan Syuro, diemban Waled Kiran dan sekretaris, Tgk. Muhammad Hafiz H.Ib.
Penunjukan Waled Kiran dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi PKB dengan kalangan ulama, dayah, serta jaringan Tastafi (Tasawuf, Tauhid, dan Fikih) dalam membangun arah perjuangan politik partai di Aceh.

Waled Kiran dikenal luas sebagai pimpinan dayah, mubaligh, sekaligus tokoh sentral pengembangan Tastafi di Aceh. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Tastafi Kabupaten Pidie Jaya dan aktif mendorong penguatan pemahaman keislaman berbasis manhaj Ahlussunnah wal Jamaah melalui berbagai forum Tastafi di sejumlah daerah.
BACA JUGA: Dilantik Serentak di Jakarta, Ruslan M. Daud Resmi Jabat Ketua DPW PKB Aceh
Selain itu, Waled Kiran merupakan Pendiri dan Pimpinan Dayah Babul Ilmi Syafi’iyah Kiran serta Pimpinan Dayah Baitul ’Amal Aceh di Pidie Jaya. Dalam kiprah kelembagaan, waled Kiran juga pernah menjabat sebagai Anggota Majelis Fatwa Wali Nanggroe Aceh dan Wakil Ketua I Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Pidie Jaya.
Di tingkat provinsi, Waled Kiran saat ini menjabat sebagai Ketua Ittihādul Muballighīn Nanggroe Aceh Darussalam (IMNAD). Ia dikenal aktif dalam dakwah, pengajaran kitab turats, serta pembinaan dayah dan santri di berbagai wilayah Aceh.
Dengan latar belakang keulamaan, kepemimpinan dayah, serta pengalaman dalam pengembangan gerakan Tastafi, kehadiran Waled Kiran sebagai Ketua Dewan Syuro PKB Aceh diharapkan mampu menjadi penopang moral dan spiritual partai. Dewan Syuro di bawah kepemimpinannya juga diharapkan dapat memberikan arahan, nasihat, serta pertimbangan keagamaan dalam setiap kebijakan dan langkah politik PKB Aceh.
Penunjukan tersebut sekaligus menegaskan komitmen PKB Aceh untuk terus bersinergi dengan ulama, dayah, dan jaringan Tastafi sebagai pilar utama dalam menjaga nilai-nilai keislaman, keacehan, serta persatuan umat di Tanah Rencong. (Suryadi)










