IMKJ Bireuen Gelar Mubes, Muhammad Farhan Dwi Putra Terpilih Sebagai Ketua Umum

KABAR BIREUEN – Dalam rangka memilih kepengurusan baru, Ikatan Mahasiswa Kota Juang (IMKJ) Bireuen telah menggelar Musyawarah Besar (Mubes) IV di Aula Kampus UMMAH Bireuen, 29 April – 1 Mei 2023.

Pada Mubes yang mengusung tema ‘Regenerasi Dalam Mmembentuk Kepengurusan Yang Berintegritas’ tersebut, terpilih Muhammad Farhan Dwi Putra dari Jurusan Teknik Elektro Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, sebagai Ketua Umum IMKJ Bireuen periode 2023-2025.

Ketua Panitia, Rahmat Muliya, mengatakan, Mubes ini momen penting bagi IMKJ Bireuen untuk membahas Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO), anggaran dasar, anggaran rumah tangga (AD/ART), dan laporan pertanggung jawaban (LPJ) pengurus sebelumnya.

“Pada Mubes kali ini, semangat kawan-kawan begitu antusias mencalonkan diri dan dicalonkan sebagai Ketua Umum IMKJ Bireuen. Ada sembilan calon dan semua kandidat merupakan kader terbaik,” terangnya.

Menurut Rahmat Muliya, setelah proses karakteristik calon kandidat, tersisa lima orang yaitu Rayyan dari Ilmu Hukum, Fahrol Ramadhan dari Teknik Elektro, Muhammad Farhan Dwi Putra dari Teknik Elektro, Rahmi Yanti dari Akuntansi dan Asrif Aditya dari Manajemen.

Setelah melalui mekanisme pemilihan dilaksanakan secara musyawarah, terpilih Muhammad Farhan Dwi Putra dari Jurusan Teknik Elektro Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe Angkatan 2019, sebagai Ketua Umum IMKJ Bireuen yang baru.

“Terima kasih kepada seluruh teman-teman panitia yang telah bekerja keras menyiapkan kegiatan ini. Terima kasih juga kepada pihak kampus UMMAH yang telah membantu menfasilitas tempat kegiatan mubes,” ucap Rahmat Muliya.

Sementara demisioner Ketua IMKJ Bireuen, Azizi Rahmatillah, mengatakan, pemilihan Ketua IMKJ Bireuen yang baru merupakan lanjutan tongkat estafet kepemimpinan di setiap organisasi.

Disebutkannya, sebelum pemilihan, kelima calon ketua umum harus menyampaikan visi-misinya masing-masing. Selanjutnya, anggota Mubes melaksanakan pemilihan dengan cara bermusyawarah.

Dia mengharapkan, dengan terpilihnya Farhan sebagai nahkoda IMKJ yang baru, selanjutnya dapat membawa IMKJ Bireuen ke arah yang lebih baik. Bisa merangkul adik-adik mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi dengan solidaritas dan kekeluargaan.

“Ke depan dengan kepemimpinan yang baru, dapat melahirkan inovasi maupun program-program kerja yang bermanfaat untuk organisasi dan masyarakat Bireuen, sehingga IMKJ Bireuen menjadi salah satu organisasi paguyuban yang menjadi contoh untuk organisasi lainnya di Kabupaten Bireuen,” pinta Azizi.

Ketua umum terpilih, Muhammad Farhan Dwi Putra, mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang telah mempercayai dirinya untuk memimpin IMKJ ke depan.

Farhan juga berterima kasih atas amanah dan tanggung jawab yang diberikan oleh teman-teman semua. Diharapkannya, teman-teman ikut membantu dalam kepengurusan IMKJ periode 2023-2025.

“Karena saya tidak akan bisa bekerja sendiri, tanpa bantuan teman-teman IMKJ. Kita akan berjuang bersama-sama untuk melabuhkan kapal IMKJ ini lebih maju, sebagai organisasi mahasiswa di Kabupaten Bireuen tercinta,” harap Muhammad Farhan. (Rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

RSUD dr Fauziah Bireuen Terima 628 Kunjungan Pasien Cuci Darah Perbulan 

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen, perbulan menerima 628 kunjungan pasien cuci darah (hemodialisis) rutin. Hal itu disampaikan Direktur...

Tiga Siswa SRT 1 Bireuen Berprestasi di Festival Sekolah Rakyat 2026, Dua Raih Juara...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Tiga siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Bireuen berhasil mengukir prestasi tingkat nasional setelah meraih juara dalam Festival Sekolah Rakyat...

Hasil Musyawarah Almuslim X Dipersoalkan, Keuchik Pante Gajah Soroti Dugaan Pelanggaran AD/ART

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Keuchik Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, Fatlar Ruhadi, menyatakan menolak hasil Musyawarah Almuslim X Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Universitas...

Kembali Jadi Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan, Ceulangiek Ajak Masyarakat Bersatu Majukan Pendidikan

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Rusyidi Mukhtar atau yang akrab disapa Ceulangiek, kembali jadi Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan periode 2026–2031. Anggota DPRA itu terpilih...

Wabup Razuardi Buka Konsultasi Publik II Penyusunan RDTR Kawasan Perkotaan Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(PUPR) Bireuen melaksanakan Konsultasi Publik II Penyusunan Rencana Detail Tata...

KABAR POPULER

Hasil Musyawarah Almuslim X Dipersoalkan, Keuchik Pante Gajah Soroti Dugaan Pelanggaran AD/ART

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Keuchik Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, Fatlar Ruhadi, menyatakan menolak hasil Musyawarah Almuslim X Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Universitas...

Kembali Jadi Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan, Ceulangiek Ajak Masyarakat Bersatu Majukan Pendidikan

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Rusyidi Mukhtar atau yang akrab disapa Ceulangiek, kembali jadi Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan periode 2026–2031. Anggota DPRA itu terpilih...

Wabup Razuardi Buka Konsultasi Publik II Penyusunan RDTR Kawasan Perkotaan Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(PUPR) Bireuen melaksanakan Konsultasi Publik II Penyusunan Rencana Detail Tata...

Pemkab Bireuen Bahas Penertiban Aset Pasar Jeunieb dan Pengecekan Langsung ke Lokasi

0
KABAR BIREUEN, Bireuen -Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, memimpin Rapat Pembahasan Penertiban dan Penyelamatan Barang Milik Daerah berupa tanah dan bangunan pertokoan pasar...

Dinamika Yayasan Almuslim Peusangan, Amiruddin Idris Sarankan Audit Independen Sebelum Musyawarah X

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Dinamika Yayasan Almuslim Peusangan (YAP) menjelang Musyawarah X semakin menghangat. Beragam isu ketidaktransparanan pengelolaan lembaga yang didirikan tahun 1929 itu...