KABAR BIREUEN, Peusangan – Rusyidi Mukhtar atau yang akrab disapa Ceulangiek, kembali jadi Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan periode 2026–2031. Anggota DPRA itu terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Almuslim X Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Universitas Islam Aceh (UIA), Paya Lipah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Selasa (3/11/2026).
Keputusan tersebut mencerminkan kepercayaan peserta musyawarah terhadap kepemimpinan Rusyidi Mukhtar selama lima tahun terakhir, yang dinilai berhasil mendorong kemajuan tiga lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Almuslim Peusangan, yakni Universitas Almuslim (Umuslim), Universitas Islam Aceh (UIA), dan Pesantren Almuslim.
Musyawarah itu turut dihadiri Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Kemenkum Aceh, Muhammad Ardiningrat Hidayat, Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, Kepala Badan Kesbangpol Bireuen Dr. Mukhtaruddin, ratusan keuchik dan imum gampong, para imam mukim, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Sebelum pemilihan, pimpinan ketiga lembaga pendidikan tersebut menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) terkait perkembangan dan capaian selama lima tahun terakhir.
Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd, memaparkan laporan pengelolaan keuangan, aset tetap dan bergerak, serta berbagai perkembangan institusi. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan atas dukungan terhadap pembangunan dan pengembangan kampus.
Menurut Marwan, dukungan yayasan turut mendorong peningkatan jumlah mahasiswa, pengembangan program studi hingga meraih akreditasi unggul, serta berdirinya Fakultas Kedokteran di Universitas Almuslim.
Hal senada disampaikan Rektor UIA, Dr. Nazaruddin, M.A. Dia memaparkan sejumlah kemajuan yang dicapai kampus tersebut selama lima tahun terakhir, terutama dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan institusi.
Sementara itu, Direktur Pesantren Almuslim, Ustaz Iswan Fadlin, melaporkan perkembangan pesantren yang dinilainya berjalan baik berkat dukungan yayasan. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah pembangunan gedung pesantren dengan nilai investasi mencapai miliaran rupiah.
Paparan ketiga pimpinan lembaga pendidikan itu mendapat respons positif dari peserta musyawarah. Bahkan, sejumlah perwakilan peserta mengusulkan agar Rusyidi Mukhtar kembali dipercaya memimpin Yayasan Almuslim Peusangan.
Keuchik Tanoh Anoe, Kecamatan Jangka, Ishak, yang mewakili peserta lainnya, menyampaikan apresiasi atas capaian yayasan dan ketiga lembaga pendidikan tersebut.
BACA JUGA: Tgk Munawar dan Rusyidi Mukhtar Terpilih Sebagai Pimpinan Yayasan Almuslim Peusangan
“Banyak sekali kemajuan selama lima tahun ini. Kami sepakat agar kepemimpinan Bapak Rusyidi Mukhtar dilanjutkan kembali,” ujarnya.
Usulan tersebut kemudian ditindaklanjuti pimpinan sidang, Dr. Nazaruddin, yang juga menjabat Ketua Steering Committee (SC). Dia meminta persetujuan seluruh peserta terhadap usulan pemilihan secara aklamasi.
Seluruh peserta menyatakan sepakat. Pimpinan sidang kemudian mengetuk palu sebagai tanda sahnya penetapan Rusyidi Mukhtar sebagai Ketua Pembina Yayasan Almuslim periode 2026–2031.
Usai terpilih kembali, Rusyidi menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Peusangan Raya atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya.
Dia menegaskan, Yayasan Almuslim Peusangan bukan milik pribadi ataupun kelompok tertentu, melainkan warisan para pendahulu yang harus dijaga dan dikembangkan secara bersama-sama.
“Sesuai tema acara hari ini, ‘Bersatu Membangun Yayasan Almuslim’, kami mengajak seluruh masyarakat Peusangan Raya untuk bersama-sama membangun dan memajukan yayasan ini. Saya dan pengurus tidak akan mampu tanpa dukungan semua pihak,” jelasnya.
Rusyidi juga mengajak seluruh elemen masyarakat di setiap kecamatan dalam wilayah Peusangan Raya untuk berperan aktif mendukung kemajuan pendidikan, khususnya mendorong generasi muda melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Secara khusus dia meminta para tokoh masyarakat dan aparatur gampong ikut mengajak anak-anak di desa masing-masing agar melanjutkan pendidikan ke Universitas Almuslim, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Kita di setiap kecamatan harus mengayomi anak-anak di setiap desa. Ajak dan bujuk mereka agar mau melanjutkan kuliah di Universitas Almuslim. Terutama bagi anak-anak kurang mampu. Kita akan upayakan agar mendapatkan beasiswa KIP maupun beasiswa internal,” pesannya.
Ceulangiek berharap, dukungan masyarakat Peusangan Raya semakin kuat, sehingga Yayasan Almuslim Peusangan terus berkembang dan mampu membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi. (Suryadi)











