Pemkab Bireuen Tegaskan Penanganan Pascabencana Dilakukan Bertahap, Tak Ada yang Dianaktirikan

KABAR BIREUEN, Bireuen—Akhir-akhir ini muncul narasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen yang digawangi oleh H. Mukhlis-Razuardi, pilih kasih dalam melakukan penanganan pascabencana hidrometeorologi yang melanda kawasan itu pada November 2025.

Di sisi lain berkembang narasi Bupati Bireuen lebih memprioritaskan kegiatan fisik ketimbang memperjuangkan hak-hak individual korban bencana alam seperti jadup dan dana stimulan.

Melihat perkembangan narasi tersebut di media sosial, Juru Bicara (Jubir) Pemkab Bireuen, Muhajir Juli, Senin (26/10/2026) dalam rilisnya meluruskan, Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, bersama perangkat kerjanya, tidak pilih kasih dalam hal apa pun termasuk dalam penanganan pascabencana.

Hanya saja, dengan anggaran terbatas, tidak semua persoalan dapat diatasi dalam waktu bersamaan.

“Sejak awal bencana hingga saat ini, Pemkab Bireuen telah melakukan kerja-kerja penanganan pascabencana. Demi memberikan yang terbaik untuk rakyat, Pemkab Bireuen telah empat kali memperpanjang masa transisi darurat ke pemulihan,” jelasnya.

Dikatakannya, masa transisi darurat ke pemulihan, merupakan tahapan perantara adalah tahapan perantara yang dilakukan segera setelah masa tanggap darurat dinilai selesai (eskalasi ancaman bencana menurun), tetapi roda kehidupan dan penghidupan masyarakat belum kembali normal.

BACA JUGA:Menteri Sosial Pastikan, Penyaluran Jadup untuk Keluarga Terdampak Bencana di Bireuen Dipercepat

Fase ini menjembatani penanganan darurat pendek menuju tahap rekonstruksi jangka panjang.

Banyak hal yang telah dan sedang dilakukan oleh Pemkab Bireuen di masa transisi, seperti pemulihan insfrastruktur publik yang menjadi kewenangan kabupaten, pendataan, penyaluran bantuan yang tepat sasaran, dan lain-lain.

“Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Bireuen, saat ini Pemkab di bawah Komando Bupati H. Mukhlis, telah merampungkan dokumen Rencana Aksi Daerah Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi Kabupaten Bireuen (RRPB) 2026-2028,” sebut Muhajir.

RAD RRPB 2026-2028 merupakan dokumen strategis pembangunan daerah dalam rangka percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh.

Penyusunan dokumen tersebut merupakan tindak lanjut dari dari dokumen Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Hidrometeorologi Kabupaten Bireuen tahun 2026-2028, serta hasil sinkronisasi dengan Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Nasional (PRRP) 2026-2028.

Dokumen tersebut disusun untuk mengakomodasi kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi yang menjadi kewenangan Pemkab Bireuen yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam program nasional maupun kemampuan pendanaan daerah.

Muhajir Juli, Juru Bicara Pemkab Bireuen. (Foto: Dok. Pribadi)

Dokumen RAD RRPB berisi rencana aksi pemulihan selama tiga tahun. Disusun secara sistematis, sesuai dengan urgensi penanganan yang ditetapkan melalui kajian mendalam lintas sektor.

“Jadi, bila ada narasi yang mengatakan Bupati pilih kasih, pendapat tersebut keliru. Tidak ada wilayah yang dianaktirikan. Semuanya akan ditangani secara bertahap,” tegasnya.

Dengan keterbatasan anggaran, tentu tidak semua hal bisa ditangani sekaligus. Ada yang ditangani tahun ini, ada yang ditangani tahun 2027, dan ada yang ditangani pada 2028.

Pemerintah Bireuen juga berkolaborasi dengan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat dalam pemulihan pascabencana hidrometeorologi.

Seperti di daerah lain, di penanganan pascabencana juga dibagi dalam tiga kewenangan. Ada yang menjadi kewenangan Pusat, kewenangan Pemrintah Aceh, dan kewenangan Pemerintah Bireuen.

BACA JUGA:Temui Menteri Sosial, Bupati Bireuen Kawal Percepatan Penyaluran Jadup Korban Banjir dan Longsor

Penanganannya tidak boleh tumpang tindih. Pun demikian harus tetap sinergi, supaya tercapainya tujuan pemulihan.

Di sisi pemenuhan hak individu penyintas bencana hidrometerologi, Pemerintah Bireuen telah melakukan yang terbaik.

Berkolaborasi dengan BNPB dan Kemensos, telah menyediakan data yang akurat, demi tercapainya keadilan bagi para penyintas.

“Untuk jatah hidup tahap II saat ini sedang berproses di Kementerian Sosial. Bireuen sedang menunggu giliran pencairan dana jatah hidup, stimulant ekonomi, dan dana perabotan. Demikian juga stimulant perumahan tahap II, sedang menunggu giliran pencairan dari Pusat,” ungkap Muhajir.

Bupati Bireuen memahami suasana kebatinan para penyintas. Satu hari saja, tentu berat bagi para penyintas.

Demikian juga Pemkab Bireuen, ikut merasakan kegelisahan yang sama. pun demikian, setiap orang kiranya dapat memberikan keteduhan, serta menyampaikan informasi tanpa provokasi, supaya suasana kebatinan para korban dapat lebih teduh.

Pemerintah sedang bekerja keras memulihkan keadaan. Semua sedang bekerja keras.

Dukungan dari rakyat sangat dibutuhkan, supaya lahirnya energi baru dalam upaya bersama memulihkan Bireuen menjadi lebih baik. (Red)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Bupati Bireuen Tinjau Normalisasi Krueng Leubu, Kerahkan Dua Ekskavator Bantuan Kemendagri

0
KABAR BIREUEN, Gandapura-Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST, meninjau langsung pekerjaan normalisasi Krueng Leubu di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Senin (26/10/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan...

Operasi Patuh Seulawah 2026 Digelar 26 Oktober hingga 8 November

0
‎KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Latif Usman memimpin apel gelar pasukan Operasi Patuh Seulawah 2026 di Lapangan Mapolda Aceh, Senin,...

Keuchik Marwan Desak Transparansi Pengelolaan Wakaf Yayasan Almuslim Peusangan: Jangan Korbankan Amanah Wakaf demi...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan Siblah Krueng – Keuchik Pante Baro Kumbang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Marwan, S.H., mendesak pengelola Yayasan Almuslim Peusangan membuka laporan pengelolaan...

Dihadiri Wakil Bupati, Kapolres Bireuen Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Seulawah 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Kepolisian Resor (Polres) Bireuen melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi “Operasi Patuh Seulawah 2026” di Lapangan Hijau 97...

Warga Panteu Breuh Makmur Ditemukan Meninggal Tenggelam di Mon Jambe Gandapura

0
KABAR BIREUEN - Gandapura, Muhammad Khalidin (15), warga Gampong Panteu Breuh, Kecamatan Makmur, ditemukan meninggal setelah tenggelam di kuala Gampong Mon Jambe, Kecamatan Gandapura,...

KABAR POPULER

Warga Panteu Breuh Makmur Ditemukan Meninggal Tenggelam di Mon Jambe Gandapura

0
KABAR BIREUEN - Gandapura, Muhammad Khalidin (15), warga Gampong Panteu Breuh, Kecamatan Makmur, ditemukan meninggal setelah tenggelam di kuala Gampong Mon Jambe, Kecamatan Gandapura,...

Demi Menjaga Amanah Wakaf, Keuchik Ulee Ceue Desak Audit Independen Yayasan Almuslim Peusangan.

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Keuchik Ulee Ceue, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Azwani, mendesak agar persoalan Yayasan Almuslim Peusangan diselesaikan secara transparan melalui pemeriksaan keuangan...

Keuchik Marwan Desak Transparansi Pengelolaan Wakaf Yayasan Almuslim Peusangan: Jangan Korbankan Amanah Wakaf demi...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan Siblah Krueng – Keuchik Pante Baro Kumbang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Marwan, S.H., mendesak pengelola Yayasan Almuslim Peusangan membuka laporan pengelolaan...

Target Awal November Mulai Tanam Padi, Kadistanbun Bireuen Mulyadi Tinjau Progres Rehabilitasi Sawah di...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen– Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, SE., MM., meninjau progres pekerjaan rehabilitasi sawah di sejumlah lokasi di Kabupaten...

Rehabilitasi Puskesmas Mon Keulayu Bireuen Capai 90 Persen

0
Satgas PRR Aceh berkoordinasi dengan Pemkab Bireuen untuk mempercepat pemulihan infrastruktur, fasilitas pendidikan, lahan pertanian dan hunian tetap pascabencana. KABAR BIREUEN, Bireuen — Rehabilitasi Puskesmas...