KABAR BIREUEN, Banda Aceh–Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Ikatan Masyarakat Kabupaten Bireuen (IMKB) Banda Aceh, Minggu (1/11/2026) di Asrama Haji Aceh.
Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengusung tema “Dengan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H/2026 M, Kita Bersatu Membangun Kabupaten Bireuen”.
Bupati Bireuen H. Mukhlis, dalam sambutannya menyampaikan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan IMKB Banda Aceh bukan hanya menjadi momentum memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi masyarakat Bireuen yang berada di perantauan.
Bupati Mukhlis menyebutkan, peringatan maulid tersebut memiliki makna penting dalam menjaga hubungan persaudaraan dan keterikatan batin antara masyarakat yang tinggal di Kabupaten Bireuen dengan para tokoh, akademisi, serta warga Bireuen yang bekerja dan mengabdi di Banda Aceh.
Kehadiran para tokoh dan cendekiawan asal Bireuen merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi pembangunan daerah.
“Sebab, kemajuan Bireuen tidak hanya ditentukan oleh pemerintah dan masyarakat yang berada di wilayah kabupaten, tetapi juga membutuhkan gagasan, sumbangsih, serta perhatian putra-putri daerah di mana pun berada,” sebutnya.
Menurut Mukhlis, Bireuen tidak hanya dibangun dari garis wilayah administratifnya, tetapi juga dibangun atas gagasan, sumbangsih, dan perhatian dari seluruh putra-putri terbaik Bireuen di mana pun berada.
Karena itu, ia mengajak seluruh potensi diaspora Bireuen di Banda Aceh untuk terus memperkuat sinergi, memberikan masukan konstruktif, serta bergandengan tangan dalam mendukung kemajuan daerah.
Bupati Mukhlis juga menyampaikan kondisi Kabupaten Bireuen setelah dilanda bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu.

Dia mengakui bencana tersebut menjadi ujian berat yang berdampak terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari infrastruktur hingga perekonomian.
“Pemerintah Kabupaten Bireuen berkomitmen memastikan proses pemulihan dan rekonstruksi pascabencana terus berjalan secara berkesinambungan, transparan, dan berkeadilan. Pemerintah daerah juga berupaya memastikan tidak ada kawasan terdampak yang diabaikan dalam proses pemulihan,” jelasnya.
Dikatakannya, Pemkab berkomitmen penuh proses pemulihan dan rekonstruksi pascabencana terus berjalan secara berkesinambungan, transparan, dan berkeadilan tanpa ada satu pun kawasan yang diabaikan.
Bupati Mukhlis menjelaskan, penanganan pascabencana tidak hanya difokuskan pada perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga mencakup penguatan mitigasi agar daerah semakin siap menghadapi potensi bencana pada masa mendatang.
Ia mengatakan, pemerintah daerah bersama seluruh jajaran telah mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk menangani dampak bencana dan membantu pemulihan kehidupan masyarakat. Namun, ia tidak menampik bahwa proses tersebut masih menghadapi sejumlah kendala dan tantangan di lapangan.
Salah satu kendala utama, katanya, adalah keterbatasan anggaran pendapatan dan belanja Kabupaten Bireuen (APBK) yang belum mampu membiayai seluruh kebutuhan perbaikan dan rekonstruksi secara bersamaan.
Selain itu, skema bantuan dari pemerintah pusat yang telah diusulkan dan diharapkan pemerintah daerah juga belum sepenuhnya terealisasi.
Bupati Mukhlis menyebutkan Pemkab terus melakukan koordinasi secara intensif dan mengawal pengusulan bantuan tersebut ke tingkat pusat agar dapat segera disalurkan serta dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Dikatakannya, di tengah keterbatasan ruang fiskal dan kendala bantuan tersebut, Pemerintah Daerah tidak tinggal diam.
“Kami terus menerapkan skala prioritas dengan mengoptimalkan penanganan pada sektor-sektor yang paling krusial, seperti pemulihan akses jalan dan jembatan yang terputus, penanganan tanggap darurat warga terdampak, serta pemulihan fasilitas publik utama,” kata Bupati Mukhlis.
Ia menilai, dukungan masyarakat perantauan, termasuk para tokoh, pengusaha, akademisi, dan keluarga besar IMKB Banda Aceh, sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan dan pembangunan daerah.
Karena itu, ia mengajak warga Bireuen di Banda Aceh untuk turut mengambil peran melalui gagasan, jejaring, maupun kontribusi nyata sesuai kemampuan masing-masing.
Bupati Mukhlis juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada panitia penyelenggara serta keluarga besar IMKB Banda Aceh atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami berharap silaturahmi dan ukhuwah masyarakat Bireuen di perantauan terus terjaga serta memberikan manfaat bagi kemajuan Kabupaten Bireuen,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, ceramah agama disampaikan oleh Tgk. H. Muhammad Yunus M. Yusuf, S.H (Abon Yunus), Ketua Badan Baitul Mal Aceh, yang juga Pimpinan Dayah Raudhatul Mutaallimin, Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur.
Pada kesempatan itu Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, bersama Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Aceh, Kombes Pol. Said Anna Fauza, S.I.K., M.M., M.H didampingi Ketua IMKB, Drs. Amiruddin Cut Hasan, M.Si menyerah santunan kepada anak yatim. (Ihkwati)










