Gunakan Perahu Rakitan Seadanya, PMI Gandapura Evakuasi Warga Korban Banjir

KABAR BIREUEN, Gandapura –  Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Gandapura terpaksa merakit perahu darurat dari drum untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir, setelah speed boat yang mereka miliki tidak bisa digunakan karena lantainya dicuri dua bulan lalu.

Kondisi tersebut menjadi sorotan di tengah upaya penyelamatan di kawasan yang mengalami banjir besar pada Rabu (10/12/2025).

Ketua PMI Gandapura, Nurdin bin Dagang, mengatakan, seharusnya PMI memiliki perahu karet yang mampu menjangkau seluruh desa terdampak. Namun, hilangnya lantai speed boat memaksa relawan mencari solusi cepat.

“Padahal kalau ada boat karet, semua desa bisa kami lalui,” ujar Nurdin yang akrab disapa Apadin ini.

Untuk tetap bergerak, para anggota PMI merakit perahu menggunakan drum sebagai pelampung dan papan kayu sebagai lantai. Perahu darurat ini kemudian digunakan menembus derasnya arus untuk menyelamatkan warga yang masih terjebak banjir.

Banjir di Gandapura menelan dua korban jiwa. Janidah (45), warga Gampong Teupin Siron, terseret arus saat mencoba menyelamatkan diri. Sementara Zikri, warga Samuti Krueng, ditemukan meninggal di sebuah gubuk tambak.

Anggota PMI Gandapura sedang mengevakuasi korban mrninggal, Janidah, di Gampong Teupin Siron untuk dibawa ke Puskesmas Gandapura. (Foto: Dok. PMI Gandapura)

Selain itu, longsor terjadi di tepi sungai kawasan Teupin Siron–Blang Guron. Sekitar 50 hektare sawah tertimbun tanah setinggi satu meter.

Nurdin melaporkan, lima rumah rusak di Gampong Ceubo dan dua rumah hilang, serta satu rumah hilang di Teupin Siron. Ketinggian air di Ceubo mencapai tiga meter dan menenggelamkan 100 ekor kambing siap jual, masing-masing bernilai sekitar Rp2,5 juta.

Total 27 gampong di tiga kemukiman terdampak banjir besar tersebut: Gandapura Timur (11 gampong), Gandapura Barat (13 gampong), dan Gandapura Buket Rata (3 gampong).

“Bumi dan air milik negara, ketika banjir urusan sendiri,” kata Apadin dengan nada getir

Gampong Keude Lapang menjadi salah satu wilayah yang mulai menyalurkan bantuan masa panik berupa beras, minyak goreng, dan telur. Sementara di Gampong Samuti Makmur, yang memiliki 360 kepala keluarga, bantuan diberikan sejak hari pertama.

Anggota PMI Gandapura saat membagikan sembako ke warga. (Foto: Dok. PMI Gandapura)

“Tambak seluas 170 hektare gagal panen, kerugian belasan juta rupiah. Di dalamnya berisi udang dan bandeng,” jelas Keuchik Mahdi Cobra.

Warga Samuti sempat mengungsi ke meunasah, namun ketika air terus naik, mereka diarahkan ke Masjid Baitul Makmur. Hingga kini, sekitar 20 warga masih bermalam di masjid dan meunasah karena rumah mereka belum layak ditinggali.

Kepala MIN 6 Bireuen, Maryani S.Ag, mengatakan madrasah yang berada di Samuti Makmur itu terendam banjir setinggi 1,2 meter. Seluruh dokumen penting basah, sementara lumpur setebal hampir 40 cm memenuhi ruang kelas.

“Untuk menghilangkan lumpur, guru membersihkan satu per satu kelas agar lebih mudah dikerjakan,” ucap Maryani.

Ia menambahkan, sepanjang 60 meter pagar belakang sekolah roboh akibat banjir bandang pada 26 November 2025 lalu. (Faisal Ali) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Terungkap, BPJS Diduga Berikan Kuota Penanganan Katarak Fakoemulsifikasi untuk RS Swasta Lebih Banyak daripada...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dikabarkan memberikan kuota penanganan Katarak Fakoemulsifikasi/ Phacoemulsifikasi (operasi sedot) untuk salah satu rumah sakit...

Cegah Gangguan Kamtibmas, Polsek Peusangan Laksanakan KRYD

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Mengantisipasi potensi gangguan keamanan, ketertiban, tindakan kriminalitas serta berbagai potensi kerawanan lainnya dan menjaga ketertiban masyarakat, Polsek Peusangan Polres Bireuen,...

Bank Aceh Syariah Raih KEJAR Award OJK 2026

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - PT Bank Aceh Syariah kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih KEJAR Award OJK Pusat 2026 dalam kategori Bank...

Ketua DPW PPP Aceh: Keberlanjutan Dana Otsus Harus Berdampak Nyata bagi Kesejahteraan Rakyat Aceh

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh— Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh, Dr. H. Amiruddin Idris, M.Si., menegaskan keberlanjutan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh harus...

Gerakan Indonesia Asri Polres Bireuen, Wujudkan Lingkungan Kantor Bersih dan Nyaman

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman, Polres Bireuen melaksanakan Gerakan Indonesia Asri, di lingkungan Mapolres Bireuen, Jumat 28...

KABAR POPULER

Pertanyakan Data dan Kepastian Pencairan Jadup, Koalisi Gerakan Masyarakat Sipil Bireuen Audiensi dengan BPBD

0
KABAR BIREUEN, Bireuen –Korban banjir yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Sipil Bireuen melakukan  audiensi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen di aula...

368 Mahasiswa Fikom Umuslim Ikuti PKKMB, Siap Menapaki Dunia Kampus

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, menyambut 368 mahasiswa baru melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru...

Saladin Terharu dan Bangga, Telah Purna Tugas Masih Dicintai Wartawan

0
KABAR BIREUEN - Mantan Kapolres Bireuen, Kombes Pol (Purn) Teuku Saladin, SH, mengaku, sangat terharu dan bangga. Meski dirinya telah purna tugas, tapi masih...

Rombongan Pemain SSB Bijeh Mata Cot Rabo Tiba di Padang Pariaman untuk Berlaga di...

0
KABAR BIREUEN, Padang -Rombongan Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Bijeh Mata U-10 dan U-12 Cot Rabo, Kecamatan Peusangan, Bireuen, yang akan berlaga di Kompetisi...

Kuota dari BPJS Habis, RSUD dr Fauziah Bireuen Tidak Melayani Lagi Pasien Operasi Katarak...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - RSUD dr Fauziah Bireuen tidak dapat melayani lagi pasien operasi katarak teknik Phacoemulsifikasi (sedot) karena kuota diberikan oleh Badan Penyelenggara...