KABAR BIREUEN-Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bireuen, melalui Bidang Pembinaan SMP melakukan seleksi akademik terhadap 48 peserta calon Kepala Sekolah tingkat PAUD/TK,SD dan SMP.
Seleksi akademik ini dibuka secara resmi oleh Kadisdikpora Bireuen, Drs. Nasrul Yuliansyah, M.Pd, Senin (28/8/2017), di aula salah satu hotel di Bireuen.
Nasrul Yuliansyah dalam inti arahannya, berharap melalui seleksi akademik ini mampu melahirkan calon kepala sekolah yang mempunyai kapasitas, dan kredibilitas yang tinggi. Sehingga mampu meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Kabupaten Bireuen.
“Selain itu, bertujuan untuk melahirkan calon kepala sekolah yang profesional, proporsional, berkarakter dan memahami manajemen organisasi sekolah dengan baik, ” jelasnya
Menurutnya, kepala sekolah memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas sekolah yang dipimpinnya.
Makanya, proses seleksi kepala sekolah perlu dilakukan secara transparan dan akuntabel untuk meminimalisasi kecurigaan, kecemburuan, ketidakpuasan, atau prasangka buruk.
“Kepala sekolah harus mampu mengidentifikasi keunggulan, kelemahan, peluang, peluang, dan ancaman yang dihadapi dalam proses peningkatan kualitas dan mutu disekolahnya,” pungkas Kadisdikpora Bireuen ini.
Sebelumnya panitia pelaksana, Drs Teuku Syukri M.Pd, melaporkan, seleksi akademik ini diikuti 48 peserta terdiri dari guru tingkat PAUD/TK
7 orang peserta, SD 23 orang pesert dan guru tingkat SMP 18 orang peserta.
Seleksi berlangsung selama 3 hari mulai (27-29/2017), di aula salah satu hotel di Bireuen.
Peserta nanti akan diseleksi dan sertifikasi oleh panitia dari Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) adalah lembaga yang dibentuk untuk melaksanakan seleksi dan sertifikasi kepala sekolah dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Aceh.
Menurut Kabid Pembinaan SMP ini, seleksi ini digelar sesuai amanat Permendiknas No 28/2010 tentang Penugasan Guru sebagai kepala sekolah/madrasah, pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) kepala sekolah dan Penilaian Kinerja kepala sekolah/madrasah.
”Diharapkan seleksi ini memunculkan figur kepala sekolah yang kompeten dan profesional,” kata Teuku Syukri. (Herman Suesilo)











