KABAR BIREUEN-Bupati Bireuen H Saifannur S,Sos meresmikan gedung baru Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen, Senin (20/8/2018), ditandai dengan pemotongan pita di dalam kantor Bank Aceh Syariah Bireuen berlokasi Jalan Malikussaleh Desa Meunasah Capa, Kota Juang, Bireuen atau di tanah bekas terminal lama Bireuen.
Sebelumnya, Bupati Bireuen, Saifannur dalam sambutannya menyebutkan, dia 30 tahun lebih jadi pengusaha, dan menggunakan Bank Aceh untuk kebutuhan usahanya. Tanpa pengusaha Bank Aceh tak akan besar.
Kehadiran kantor Bank Aceh di Bireuen sudah dirintis sejak lama, tapi dengan keterbatasan dan beberapa kendala, baru hari ini akhirnya diresmikan.
Die mengharapkan Bank Aceh harus menjadi enterpreuner, jangan seperti pegawai negeri, tunggu gaji tapi tidak jemput bola, bek meukeuliep. Tapi harus bisa melayani, dari kredit kecil sampai kredit besar.
“Ibu-ibu pedagang sayur atau pedagang lainnya harus dapat difasilitasi oleh Bank Aceh dalam membantu usahanya sebagai pemerataan ekonomi,” sebutnya.
Bireuen bukan kota industri, Bireuen kota perdagangan. Bireuen banyak pemuda kreatif untuk membangun usahanya, karena itu, bantuan dari bank, baik untuk modal dan lainnya sangat dibutuhkan.
“Saya 32 tahun jadi nasabah Bank Aceh, dulu saya sering menyebutnya Beng Cureh, keude kupi klep, ube ok. Kini Bank Aceh sudah punya gedung sendiri, maju dan berkembang pesat dan menjadi jantung hati masyarakat Aceh,” sebutnya.
Saat ini, sebut Saifannur, Bank sudah menggunakan sistem online semuanya, sudah mudah lagi, tidak perlu repot –repot datang ke Bank mengecek uang masuk atau transaksi lainnya, cukup dengan sistem online sudah bisa diketahui dengan cepat.
Sementara itu, Direktur Kepatuhan Bank Aceh Syariat, Zikri A Gani dalam sambutannya menyebutkan, Bireuen sebagai salah satu sentra ekonomi, tentu sangat dibutuhkan kantor yang represetatif.
Karena, pengusaha dan pelaku ekonomi, berhubungan dengan bank yang bisa memberi lebih kepada mereka.
Peresmian gedung baru kantor Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen hari ini sebagai bentuk syukur, Bank Aceh bisa berkembang dengan terpaan yang ada.
“Saat ini Bank Aceh memiliki aset mencapai Rp 1 triliun, dengan kredit Rp 650 miliar, sesab itu sudah sepatutnya memiliki gedung kantor yang representatif,” katanya.
Bentuk komitmen dari Bank Aceh konvensional menjadi Bank Aceh Syariah adalah dengan memberikan pelayanan prima.
“Dengan adanya gedung baru semoga nasabah terus mendukung Bank Aceh Syariah. Bank Aceh akan terus memberikan pelayanan prima kepada nasabah. Bank Aceh harus bisa dan pasti bisa,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu, juga diserahkan Deviden Tahun 2017 dari PT Bank Aceh Syariah sebesar Rp 4,9 miliar lebih yang diterima Bupati Saifannur didampingi, Wakil Bupati, Dr Muzakkar A. Gani SH.,M.Si, Ketua DPRK Bireuen Ridwan Muhammad SE,M.Si dan perwakilan Bank Aceh.
Pada peresmian gedung baru kantor Bank Aceh Syariah cabang Bireun juga diserahkan santunan untuk anak yatim dan doorprize kepada tamnu undangan berupa kipas angin, kulkas, sepeda gunung, rice cooker, dispenser dan hadiah lainnya.
Sekedar diketahui, peletakkan batu pertama pembangunan Gedung Bank Aceh Syariah cabang Bireuen dimulai 9 Juni 2015 oleh Direktur Bank Aceh saat itu (alm) Busra Abdullah didampingi Bupati Bireuen H Ruslan M Daud, Wakil Bupati bireuen, Ir Mukhtar M,Si, dan dipeusijuek (ditepung tawari) oleh ulama kharismatik Aceh, Abu Tumin Blang Bladeh. (Ihkwati)









