KABAR BIREUEN, Bireuen — Wakil Bupati (Wabup) Bireuen, Ir. H. Razuardi, MT, secara resmi membuka pelatihan Pemutakhiran Kerangka Geospasial dan Muatan Wilayah Kerja Statistik (Wilkerstat) Sensus Ekonomi 2026, yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bireuen di Aula Hotel Bireuen Jaya, Rabu (16/7/2025).
Kegiatan tersebut menjadi langkah krusial dalam menjamin akurasi dan ketepatan data dasar sensus yang akan dilaksanakan tahun depan.
Dalam sambutannya, Wabup Razuardi menyampaikan, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) sangat bergantung pada pemutakhiran data wilayah kerja statistik yang tepat, terutama karena kondisi dusun yang dinamis seperti pemekaran, penggabungan, hingga perubahan batas atau nama.
“Kegiatan ini adalah fondasi penting bagi SE2026. Dusun sebagai unit pencacahan statistik terus mengalami perubahan. Maka, pemutakhiran geospasial dan muatan dusun menjadi sangat penting agar peta desa dan dusun yang digunakan benar-benar akurat dan relevan,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia menekankan, kegiatan ini mencakup pemutakhiran di 609 desa dan 1.992 dusun di Kabupaten Bireuen. Diharapkan akan menghasilkan kerangka Wilkerstat yang mutakhir dan nantinya sangat dibutuhkan dalam perumusan kebijakan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional, khususnya dalam sektor ekonomi.
Adapun cakupan kegiatan mencakup pemutakhiran muatan per dusun, peta desa dan peta dusun, serta pengambilan titik koordinat (geotagging) batas dusun. Pemutakhiran ini tak hanya bersifat teknis, namun menjadi fondasi kualitas data statistik yang berkelanjutan.

“Pahami karakteristik wilayah, jaga etika dan profesionalisme. Manfaatkan teknologi dengan optimal dan bersinergilah dengan perangkat daerah serta aparatur desa,” pesan Razuardi kepada peserta pelatihan.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Bireuen, Ir. Maimun, dalam keterangannya kepada wartawan, mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk membekali petugas lapangan dengan pemahaman utuh tentang konsep dan definisi kerangka geospasial serta muatan Wilkerstat yang seragam dan mutakhir.
“Diharapkan para petugas mampu menerjemahkan konsep ini ke dalam praktik lapangan. Sebab, kualitas data sensus nanti sangat bergantung pada kemampuan mereka melakukan pencacahan dan pemetaan secara benar,” ujarnya.
Menurut Maimun, pelatihan ini diikuti 158 petugas lapangan dari 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen. Mereka dibagi dalam dua gelombang pelatihan, yakni tanggal 11, 14, dan 16 Juli untuk gelombang pertama, serta 11, 15, dan 17 Juli 2025 untuk gelombang kedua. Masing-masing gelombang dibagi ke dalam tiga kelas dengan metode pelatihan penuh waktu (full day). (Hermanto/Adv)











