KABAR BIREUEN, Bireuen — Di tengah keterbatasan pascabencana banjir bandang, sejumlah siswa di Kabupaten Bireuen, Aceh, masih harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di tenda darurat, bahkan tanpa seragam sekolah. Kondisi tersebut mendorong Blood For Life Foundation (BFLF) Kabupaten Bireuen bersama DPD KNPI Bireuen dan Universitas Malikussaleh (UNIMAL) menyalurkan bantuan paket pendidikan kepada siswa terdampak.
Penyaluran bantuan dilakukan pada Selasa, 6 Januari 2026, di UPTD SD Negeri 5 Peusangan Siblah Krueng. Paket bantuan yang disalurkan meliputi tas sekolah, buku tulis, alat tulis, serta perlengkapan penunjang belajar lainnya. Selain itu, anak-anak juga menerima paket jajanan berupa susu, roti, dan makanan ringan.
Ketua BFLF Kabupaten Bireuen, Sayed Chairul Raziq Al Aydrus, mengatakan, kondisi pendidikan pascabencana di wilayah tersebut masih memprihatinkan. Sejumlah siswa terpaksa belajar di tenda darurat akibat fasilitas sekolah yang rusak, sementara sebagian lainnya kehilangan perlengkapan dan seragam sekolah.
“Di saat anak-anak di daerah lain belajar dengan nyaman di ruang kelas yang layak, anak-anak kita di sini harus belajar di bawah tenda, dengan pakaian seadanya. Ini bukan semata soal bantuan, tapi tentang keadilan dalam memperoleh hak pendidikan,” ujar Sayed.
Menurut dia, bantuan pendidikan ini bertujuan menjaga keberlanjutan proses belajar anak-anak, sekaligus meringankan beban orang tua yang terdampak secara ekonomi akibat bencana banjir bandang.
Sayed juga mengungkapkan, sebelum penyaluran paket pendidikan, BFLF Kabupaten Bireuen telah menyalurkan berbagai bantuan darurat lainnya, seperti sembako masa panik, kelambu, serta kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Bantuan tersebut meliputi beras, telur, mi instan, air mineral, minyak goreng, sarden, serta puluhan kelambu untuk posko pengungsian.
BACA JUGA: Pemerintah Aceh Pastikan Sekolah Aktif Kembali 5 Januari 2026
“Seluruh bantuan ini berasal dari partisipasi dan kepedulian masyarakat yang disalurkan melalui BFLF Indonesia,” katanya.
Pihak sekolah menyambut baik bantuan tersebut dan mengapresiasi kepedulian berbagai pihak terhadap kondisi siswa pascabencana. Mereka berharap, dukungan serupa dapat terus berlanjut agar proses pemulihan pendidikan dapat berjalan optimal.
Kolaborasi antara BFLF Kabupaten Bireuen, DPD KNPI Bireuen, dan Universitas Malikussaleh ini menjadi cerminan solidaritas sosial dalam merespons dampak bencana, sekaligus penegasan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut masa depan pendidikan generasi muda Aceh. (Red)









