KABAR BIREUEN– Lokasi arena penyelenggaraan pertandingan Prakualifikasi Pekan Olahraga Aceh (Pra-PORA) cabang olahraga tinju di Lhokseumawe, tidak layak dan amburadul.
Pra Pora yang diikuti 102 atlet tinju putra dan putri dari 18 kabupaten/kota diselenggarakan di Komplek Terminal Labi-labi itu, terkesan asal jadi.
Hal ini dikatakan, salah seorang pelatih tinju yang meminta agar namanya tidak dipublikasikan, kepada Kabar Bireuen, Rabu. (8/11/2017), di lokasi pertandingan.
Dijelaskan, penempatan ring tinju pertandingan asal-asalan, posisinya disela-sala bantalan semen tempat duduk penumpang di terminal itu.
Selain itu, atapnya juga bocor saat turun hujan, tempat penonton yang menyaksikan jalanya pertandingan juga tidak layak sama sekali, lokasi seperti ini, sangat tidak layak digelar untuk even selevel Pra Pora.
“Layaknya lokasi ini, tempat tanding tinju tingkat kecamatan, bukan tempat tanding seperti even besar Pra Pora,” ujarnya.
Pra-PORA cabang olahraga tinju yang di gelar di Lhokseumawe ini, juga terjadi kejanggalan, yaitu pada saat dilakukan technical meeting dengan para pelatih dan para wasit, terkait jadwal dan ketentuan pertandingan bagi atlet, di Oprom Kantor Walikota Lhokseumawe.
Karena aturan pertandingannya yang kalah bisa bertandingan lagi, dengan alasan untuk memenuhi kuota atlet pada Pekan Olahraga, baru kali ini, ada aturan seperti itu jelasnya.
“Aturan ini telah melanggar aturan PB Pertina Pusat,” katanya dengan nada kesal. (Herman Suesilo)









