KABAR BIREUEN – Warga Desa Pulo Ara Kecamatan Kota Juang menunaikan zakat fitrah dalam bentuk beras dengan kualitas beras yag dikonsumsi warga masing-masing.

Imam Meunasah Desa Pulo Ara Tgk Ulil Amri menyampaikan hal itu dihadapan para jamaah shalat Tarawih di Masjid Al Amin usai menyerahkan santuan Ramadhan kepada 36 anak yatim, 100 kaum fakir dan 309 fakir miskin.

Dikatakan, sesuai dengan ketetapan Majelis Permusyawaratan Ulama, Dinas Syariat Islam dan Kakan Kemenag Bireuen,  zakat fitrah fitrah beras ditetapkan 2,8 kilo gram per jiwa.

Sabda Rasulullah SAW zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dan segala perbuatan sia-sia, ucapan jorok serta sebagai makanan bagi orang miskin.

Orang muslim yang wajib menunaikan zakat fitrah, masih hidup setelah terbenam matahari  dan jika meninggal dunia sebelum terbenam matahari harus membayar zakat fitrah dan anak yang lahir usai matahari terbenam tidak wajib membayar zakat fitrah.

Siapa yang menunaikan zakat fitrah sebelum shalat Ied maka zakatnya akan diterima dan jika zakat fitrah ditunaikan setelah shalat Ied sebagai sedekah biasa (HR Abu Daud).

Amatan Kabar Bireuen, panitia penerimaan dan penyaluran zakat fitrah Desa Pulo Ara usai shalat Tarawih membuka penerimaan zakat fitrah warga di Meunasah Pulo Ara diterima masing-masing Dusun, yaitu  Damai, Dusun Bahagia dan Dusun Sejahtera. (H.AR Djuli)

    

BAGIKAN