Tolak Hasil Mubes X Yayasan Almuslim Peusangan, Keuchik Pulo Blang Desak Transparansi Pengelolaan Aset Wakaf

KABAR BIREUEN, Jangka – Keuchik Pulo Blang, Kecamatan Jangka, Baihaqi, S.Pd., menolak keras hasil Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan Almuslim Peusangan yang menetapkan kepengurusan periode 2026–2031. Dia menilai, pelaksanaan musyawarah tersebut menyisakan sejumlah persoalan, mulai dari proses pengambilan keputusan hingga keterbukaan pengelolaan aset wakaf.

Baihaqi mengatakan, persoalan Yayasan Almuslim Peusangan tidak semestinya hanya berfokus pada pergantian atau penetapan pengurus. Hal yang lebih mendasar adalah transparansi pengelolaan harta wakaf, laporan pertanggungjawaban, serta kejelasan penggunaan dan pengembangan seluruh kekayaan yayasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Baihaqi kepada wartawan, Kamis (5/11/2026), menyusul Mubes X Yayasan Almuslim Peusangan yang diduga dilaksanakan secara tergesa-gesa di Aula Universitas Islam Aceh (UIA), Paya Lipah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Selasa (3/11/2026).

Menurutnya, pelaksanaan Mubes yang terkesan mendadak dan tidak didahului proses pramusyawarah yang memadai, telah memunculkan pertanyaan mengenai kualitas demokrasi serta keterlibatan seluruh unsur yang memiliki hak dalam forum tersebut.

“Musyawarah seharusnya menjadi ruang untuk menyampaikan pendapat, mengevaluasi kepengurusan, membahas pertanggungjawaban, dan menentukan arah organisasi. Bukan sekadar forum untuk mempertahankan jabatan. Yayasan Almuslim Peusangan bukan milik pribadi atau kelompok tertentu. Ini adalah amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada umat dan masyarakat,” tegasnya.

Pertanyakan Proses Aklamasi

Baihaqi juga mempertanyakan mekanisme pemilihan melalui aklamasi dalam Mubes X Yayasan Almuslim Peusangan. Menurutnya, proses tersebut tidak diberikan ruang yang memadai bagi peserta untuk mengajukan calon alternatif.

Dia menilai, kepercayaan masyarakat terhadap yayasan tidak cukup dibangun melalui keputusan aklamasi, tetapi harus ditopang integritas, keterbukaan, dan kesediaan pengurus mempertanggungjawabkan amanah.

BACA JUGA: Hak Suara Diabaikan, Keuchik Alue Buya Pasie Tolak Hasil Mubes X Yayasan Almuslim Peusangan: Ini Musyawarah Tidak Bermartabat!

“Jabatan dalam sebuah yayasan bukan sesuatu yang harus dipertahankan dengan segala cara. Kepercayaan masyarakat tidak lahir dari aklamasi semata, tetapi dari integritas, keterbukaan, dan kesediaan mempertanggungjawabkan amanah. Terkesan, musyawarah itu sebagai formalitas belaka, hanya untuk mengesahkan keputusan yang sudah dikondisikan sebelumnya,” ungkapnya.

Keuchik Baihaqi juga menyayangkan munculnya kesan bahwa perbedaan pendapat justru dianggap sebagai bentuk provokasi. Padahal, menurutnya, perbedaan pandangan merupakan bagian penting dari musyawarah yang sehat.

Menurut Baihaqi, kritik seharusnya dijawab dengan argumentasi dan keterbukaan, bukan dengan membatasi ruang dialog. Jika hal itu terjadi, masyarakat wajar mempertanyakan komitmen pengelola terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Soroti Ketegangan saat Musyawarah

Selain proses pemilihan, Baihaqi juga menyoroti beredarnya video yang memperlihatkan ketegangan dalam musyawarah tersebut, termasuk peristiwa yang dialami Ketua Pengawas Yayasan Almuslim Peusangan, H. Muchlis Amus, dan Keuchik Paya Aboe, Fajri, S.E.

Dia menyayangkan terjadinya peristiwa dalam video tersebut yang memperlihatkan dugaan upaya pengusiran secara paksa. Menurutnya, setiap unsur yang memiliki kedudukan dan hak dalam organisasi, seharusnya diberikan kesempatan menyampaikan pendapat, tanpa tekanan maupun tindakan yang menghambat partisipasi mereka.

“Setiap unsur yang memiliki hak dalam organisasi, seharusnya diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat. Perbedaan pandangan, tidak boleh menjadi alasan untuk menutup ruang dialog,” jelasnya.

Masyarakat Berhak Tahu Pengelolaan Wakaf

Lebih jauh, Baihaqi mengatakan, masyarakat Peusangan Raya memiliki hak moral untuk mengetahui bagaimana aset wakaf yang menjadi kekayaan yayasan tersebut dikelola.

BACA JUGA: Hasil Musyawarah Almuslim X Dipersoalkan, Keuchik Pante Gajah Soroti Dugaan Pelanggaran AD/ART

Dia mengingatkan, amanah wakaf bukan sekadar aset yang dapat dimanfaatkan pengurus, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan kepada umat.

“Jangan sampai masyarakat hanya disuguhi pergantian jabatan, sementara persoalan mendasar mengenai pengelolaan harta wakaf dan pertanggungjawaban pengurus tidak pernah dijelaskan secara menyeluruh. Amanah wakaf bukan sekadar aset yang dikelola, tetapi tanggung jawab yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan,” paparnya.

Menurut Baihaqi, tuntutan transparansi dan evaluasi menyeluruh bukanlah bentuk permusuhan terhadap pihak tertentu. Sebaliknya, hal itu merupakan bagian dari upaya menjaga marwah Yayasan Almuslim Peusangan yang didirikan para ulama dan tokoh pendahulu sejak 1929.

Dia juga mengingatkan agar sikap diam sebagian masyarakat, tidak dimaknai sebagai tanda seluruh persoalan telah selesai.

“Masyarakat berhak menilai, bertanya, meminta penjelasan, dan menuntut pertanggungjawaban. Setiap amanah memiliki konsekuensi, dan setiap pengelolaan kekayaan umat harus dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Baihaqi menyebutkan, reformasi menyeluruh tata kelola Yayasan Almuslim Peusangan sebagai kebutuhan yang harus diperjuangkan melalui mekanisme yang sah, terbuka, dan bermartabat.

“Sejarah tidak hanya mencatat siapa yang pernah menduduki jabatan, tetapi juga bagaimana amanah itu dijalankan. Jabatan bisa dipertahankan melalui keputusan forum, tetapi kepercayaan masyarakat hanya bisa dijaga melalui kejujuran dan pertanggungjawaban. Cepat atau lambat, seluruh persoalan harus dijelaskan secara terbuka. Jangan menunggu sampai kepercayaan masyarakat benar-benar hilang,” demikian disampaikan Keuchik Baihaqi. (Suryadi) 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Perkuat Literasi Penghulu, APRI Aceh Gelar Webinar Penulisan Feature Secara Virtual

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Aceh menggelar Webinar Penulisan Feature bagi penghulu untuk memperkuat Literasi Kepenghuluan...

Diapresiasi Bupati Mukhlis, KKP dan Pemerintah Aceh Bantu Pembangunan 256 Rumah Perebusan Garam untuk...

0
KABAR BIREUEN, Jeunieb-Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., mengapresiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI serta Pemerintah Aceh atas dukungan bantuan pembangunan 256 unit rumah...

Hak Suara Diabaikan, Keuchik Alue Buya Pasie Tolak Hasil Mubes X Yayasan Almuslim Peusangan:...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Keuchik Alue Buya Pasie, Kecamatan Jangka, M. Diah, S.T., secara tegas menolak hasil Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan Almuslim Peusangan...

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kemendagri Bantu Tiga Pompa Portable untuk Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Pidie Jaya – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menerima bantuan tiga unit mesin pompa portable dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendukung penanganan...

RSUD dr Fauziah Bireuen Terima 628 Kunjungan Pasien Cuci Darah Perbulan 

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen, perbulan menerima 628 kunjungan pasien cuci darah (hemodialisis) rutin. Hal itu disampaikan Direktur...

KABAR POPULER

Hasil Musyawarah Almuslim X Dipersoalkan, Keuchik Pante Gajah Soroti Dugaan Pelanggaran AD/ART

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Keuchik Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, Fatlar Ruhadi, menyatakan menolak hasil Musyawarah Almuslim X Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Universitas...

Hak Suara Diabaikan, Keuchik Alue Buya Pasie Tolak Hasil Mubes X Yayasan Almuslim Peusangan:...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Keuchik Alue Buya Pasie, Kecamatan Jangka, M. Diah, S.T., secara tegas menolak hasil Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan Almuslim Peusangan...

Diapresiasi Bupati Mukhlis, KKP dan Pemerintah Aceh Bantu Pembangunan 256 Rumah Perebusan Garam untuk...

0
KABAR BIREUEN, Jeunieb-Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., mengapresiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI serta Pemerintah Aceh atas dukungan bantuan pembangunan 256 unit rumah...

Kembali Jadi Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan, Ceulangiek Ajak Masyarakat Bersatu Majukan Pendidikan

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Rusyidi Mukhtar atau yang akrab disapa Ceulangiek, kembali jadi Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan periode 2026–2031. Anggota DPRA itu terpilih...

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kemendagri Bantu Tiga Pompa Portable untuk Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Pidie Jaya – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menerima bantuan tiga unit mesin pompa portable dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendukung penanganan...