KABAR BIREUEN – Ada beberapa keutamaan Ramadhan yang terkandung di dalamnya. Di awal Ramadhan dipenuhi rahmat Allah, pertengahan Ramadhan dibentangkan magfirah (ampunan) dan akhir Ramadhan sebagai pembebas dari neraka.
Bulan Ramadhan juga disebut sebagai bulan taubat. Para Malaikat memohon ampun setiap hari dan malam untuk orang-orang yang berpuasa.
Demikian antara lain disampaikan Tgk Kasman Arifa, Imam Meunasah Bandar Bireuen, dalam tausiah singkatnya di hadapan jamaah, usai shalat isya, tarawih dan witir di Masjid Al Amin Kota Juang, Bireuen, Selasa malam (29/5/2018).
Karena itu, Tgk Kasman Arifa mengajak segenap kaum muslimin dan muslimat, agar senantiasa memanfaatkan semaksimal mungkin bulan Ramdahan ini untuk beribadah. Mendekatkan diri kepada Allah, bertaubat dan memohon ampunan atas segala dosa besar maupun dosa kecil, baik disengaja atau tidak disengaja
Dikatakannya, keistimewaan lain di bulan Ramadhan sebagai penghulu bulan dan tidak terjadi di bulan-bulan lainnya, yakni malam “Lailatul Qadar” yaitu malam kemuliaan yang nilainya lebih baik dari seribu bulan atau 83 tahun 4 bulan.
“Di malam itu, amal ibadah pahalanya dilipatgandakan. Suatu kelipatan nilai ibadah yang sangat mengagumkan,” ungkap Tgk Kasman Arifa,
Menurut Tgk Kasman Arifa, Ramadhan merupakan bulan penghapus, penebus atau pembakaran dosa-dosa. Karenanya, kita harus memanfaatkannya semaksimal mungkin, dengan memperbanyak ibadah kepada Allah. Mengerjakan shalat wajib dan sunnat, tadarus Al Qur’an, zikir, bersedekah, beristighfar serta bertaubat atas segala dosa, selagi pintu taubat masih terbuka lebar.
“Dari Abu Hurairah, Rasullah SAW bersabda, jika bulan Ramadhan telah tiba, pintu-pintu langit dibuka oleh Allah. Sedangkan pintu-pintu jahannam ditutup dan setan-setan dibelenggu,” jelasnya. (H. AR Djuli)










