KABAR BIREUEN – Nuzulul Qur’an yang kita peringati setiap 17 Ramadhan 1440 H bertepatan dengan tanggal 21 Mei 2019, bertujuan untuk mensyiarkan nilai-nilai Islami kepada masyarakat tentang kisah turunnya Al Qur’an yang terjaga keasliannya sampai akhir zaman.
Selain itu mengisi kekosongan rohani umat Islam dengan nilai-nilai Qurani dengan dakwah yang sejuk dan damai.
Demikian antara lainTgk Ibnu Hajar Pimpinan Dayah Al Madinautul Muhajirin Geumpang Kecamatan angse, Pidie dalam menyampaikan ceramah pada peringatan Nuzulul Qur’an 17 Ramadhan diselenggarakan Pemkab Bireuen di Masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen, Selasa malam (21/5/2019)
Dikatakan, amalan yang dilakukan di malam Nuzulul Qur’an bisa dijadikan sebagai motivasi untuk mengamalkan pedoman yang diperintahkan olah Al Qur’an.
Sebagai hari turunnya Wahyu pertama Al Qur’an, malam Nuzulul Qur’an tidak akan lengkap tidak membaca Al Qur’an.
Malam Nuzul Qur’an merupakan malam yang sangat sakral sebagai pedoman hidup yang paling utama bagi umat Islam yaitu Al Qur’an pertama kalinya diwahyukan oleh Allah SWT melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.
Karena itu, amalan yang dilakukan di malam Nuzulul Quran dapat membuat lebih memaknai salah satu hari yang penting dalam sejarah umat islam ini. Jangan sampai malamNuzulul Quran terlewati dengan sia-sia tanpa melakukan amalan apapun.
Amalan-amalan yang kita isi dimalam Nuzulul Quran dengan hal-hal yang baik istiqamah membaca Al Quran, iktikaf, atau berdiam diri di masjid pada malam hari, berzikir kepada Allah SWT
Selanjutnya, mengisi malam nuzulul quran dengan memperbanyak shalat malam dan berdoa. Amalan yang dilakukan di malam Nuzulul Quran dapat lebih menghayati betapa sakral dan pentingnya peristiwa turunnya Al Quran yang menjadi pedoman hidup bagi umat islam.
Tgk Ibnu Hajar mengemukakan, Al Quran dan malam lailatul Qadar sangat erat kaitannya. Al Quran diturunkan pada malam yang penuh berkah, yaitu pada malam lailatul qadar.
Surat Al Qadr ayat pertama tersebut telah jelas bahwa Al Quran diturukan pada malam Lailatul Qadar yang penuh berkah. :
Keutamaan yang pertama adalah malam Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Kedua, malam tersebut merupakan malam pengampuanan dosa bagi orang orang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar
Ketiga, malam Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh berkah. Keempat, malam Lailatul Qadar sebagai malam turunnya para malaikat dan Malaikat Jibril.
Hal ini menandakan bahwa malam tersebut merupakan malam banyak berkah, karena malaikat turun bersamaan dengan turunnya berkah.
Al Quran sebagai kitab yang mulia, dan menjadi pedoman umat islam dalam menjalani kehidupan menjadikan semua yang berhubungan dengannya menjadi mulia .
Selain itu, malam Nuzulul Quran juga bisa dijadikan momen untuk meneladani semua yang tercantum di dalam Al Quran, mempelajari dan memahaminya, serta mengamalkannya sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan di dunia. (H.AR Djuli).










