KABAR BIREUEN-Gampong Seuneubok Rawa Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen adakan Forum Group Diskusi (FGD) dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).
Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh perangkat gampong tersebut berlangsung di meunasah setempat, Jumat (18/1/2019).
Tujuan diadakan acara tersebut adalah untuk peningkatan kapasitas bagi aparatur dalam rangka menyusun RPJMG periode 2019-2024.
Keuchik Seuneubok Rawa, Ruslan, S.Sosmengakui masih banyak kekurangan dalam mengelola gampong. Sehingga sangat penting kegiatan tersebut diadakan agar aparatur dapat memahami langkah-langkah apa yang harus dilakukan dalam menyusun program pembangunan melalui RPJMG.
“Sebagai keuchik yang baru terpilih saya merasa masih banyak kekurangan, karena belum berpengalaman dalam memimpin. Oleh sebab itu perlu dukungan dari semua pihak baik aparatur maupun masyarakat untuk sama-sama memberikan masukan dalam membangun gampong” paparnya saat memfasilitasi kegiatan.
Pada kesempatan tersebut turut hadir Camat Peusangan Erry Seprinaldi, S.Sos, SSTP, M.Si, menyampaikan arahannya terkait prioritas pembangunan dan tahapan dalam penyusunan RPJM.
“Dalam pembangunan gampong utamakan program layanan dasar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi, jangan hanya untuk bangunan fisik saja namun pemberdayaan sangat penting dilakukan. Kemudian RPJM usahakan disusun oleh aparatur secara bersama-sama, jangan menyuruh pihak ketiga untuk membuatnya” tegasnya.
Camat Peusangan juga berharap gampong bisa mandiri dengan mengembangkan berbagai program yang ada.
Salah satu sarana untuk meningkatkan ekonomi masyarakat adalah melalui Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) dan pemberdayaan masyarakat melalui kelompok PKK serta pelatihan-pelatihan lainnya.
Tim inovasi Kabupaten Bireuen, Baliyani, juga turut memberi arahan dan gambaran terkait inovasi yang bisa dikembangkan di Gampong Seuneubok Rawa.
“Tergantung potensi apa yang terdapat di gampong, maka itulah yang kita kembangkan sebagai inovasi supaya bisa menciptakan kemandirian masyarakat baik sosial maupun ekonomi,” ungkapnya.
Baliyani juga mengingatkan aparatur agar mengelola dana desa dengan baik dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) juga menyampaikan banyak hal terkait tahapan RPJMG dan siap mendampingi aparatur dalam penyusunannya. (Ihkwati)









