KABAR BIREUEN – Anggota DPR RI terpilih dari Dapil Aceh 2, H. Ruslan M. Daud, menyatakan, siap mengawal pelaksanaan UU Pesantren yang baru saja disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa, 24 September 2019.

“Hari ini, sejarah akan mencatat bahwa UU yang diinisiasi oleh FPKB (Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa) tersebut merupakan salah satu wujud konkrit dari sikap kami dalam menerjemahkan platform perjuangan partai,” ungkap Ruslan dalam keterangannya kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Selasa (24/9/2019).

Dengan telah disahkannya UU tersebut, diharapkannya, mampu menjadi payung hukum dan bisa mendorong kemajuan dayah yang menjadi basis dukungan kemajuan pendidikan.

Menurut Ruslan, kehadiran UU ini akan mendorong percepatan peningkatan kualitas dan kuantitas lembaga Pendidikan Dayah di Aceh. Tidak lagi ada diskriminasi di dunia pendidikan dayah yang selama ini telah memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara kita.

“Dayah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mampu membentuk moral dan akhlak generasi penerus bangsa kita. Dengan kata lain, dayah merupakan pilar penanaman nilai keagamaan dan kebangsaan yang sudah teruji perannya,” jelas Bupati Bireuen periode 2012-2017 ini.

Dengan lahirnya Undang-undang ini, sebut Ruslan, maka perlakuan negara terhadap lembaga pendidikan dayah menjadi setara dengan pendidikan umum. Pembangunan infrastruktur dan suprastruktur juga harus menjadi perhatian serius pemerintah dalam rangka merangsang percepatan pembangunan dunia pendidikan dayah di Aceh.

Untuk menjamin hak-hak dayah yang telah dituangkan dalam Undang-Undang Pesantren itu, menurut hemat Ruslan, perlu ada kementerian khusus yang dibentuk oleh presiden. Gunanya, untuk memaksimalkan implementasi Undang-undang tersebut.

“Ini penting dalam rangka mengawal substansi pembentukan Undang-undang Pesantren,” terangnya.

Sebagai salah seorang wakil rakyat Aceh yang didukung para Abu di dayah, Ruslan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada teman-teman FPKB dan juga semua pihak yang terlibat dalam proses pembentukan Undang-undang ini.

“Syukur Alhamdulillah kita sampaikan kepada Allah SWT, karena atas kehendak-Nya dan juga ikhtiar teman-teman FPKB dalam memperjuangkan RUU Pesantren, kini telah disahkan dan menjadi Undang-undang Pesantren,” ungkap alumni Dayah Mudi Mesra Samalanga ini. (Suryadi)

BAGIKAN