KABAR BIREUEN– Ketua Umum Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk Muhammad Yusuf A Wahab atau Tu Sop Jeunieb menyebutkan, fenomena sekarang umat itu tidak satu kelompok, tidak satu komunitas, punya status dan latar belakang berbeda-beda.
Sesuatu yang memprihatinkan, kita terjebak dalam eklusifitas, eklusif, semuanya berpikir tentang dirinya dan kelompoknya, ingin memenangkan diri dan mengalahkan yang lain. Padahal mereka satu bangsa dan satu agama.
Hal itu disampiakan Tu Sop pada Seminar dan Musyawarah wilayah (Muswil) Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kabupaten Bireuen di salah satu wisma di Bireuen, Sabtu (11/1/2020).
Sementara ada kelompok yang tidak terjangkau oleh dakwah kita, mereka eklusif dengan diri sendiri. Banyak yang lain belum terjangkau, apalagi milenial sekarang, kita hidup di jaman global dengan tantangan global dengan aliran yang masuk tanpa batas.
Ruang-ruang yang kosong ini diisi oleh predator yang lain, diisi oleh narkoba, dekadensi moral. Ini menjadi masalah.
“Maka hari ini, lewat Muswil dan lewat seminar semoga menjadi starting awal merubah pola-pola dakwah yang menjangkau ruang-ruang kosong itu. Ayo cari strategi mendakwahkan agama ini di ruang-ruang kosong,” harapnya.
.Sementara yang hana beut tetap hana beut, ada siklus yang putus. Adanya ruang kosong di dunia global itu berbahaya, lampoh yang terlantar akan dimeupun ceurape, jadi predator bagi tanaman,” sebut pimpinan Dayah Babussalam Al Aziziyah Jeunieb tersebut.
HUDA hadir bukan untuk membuat terbelah tapi untuk perekat atas sesama.
“Dayah dayah konvensional harus dipertahankan. HUDA bukan sekedar sebuah nama atau jabatan, pergerakan bawa pesan agama dalam setiap aspek kehidupan manusia. karena itu Kalau ada masalah, maka harus duduk bersama dan silaturahmi,” pungkas Tu Sop.
Sebelumnya, Asssiten III Setdakab Bireuen Dailami S.Hut dalam pembukaan Muswil tersebut menyebutkan, kegiatan musyawarah wilayah ini merupakan sebuah amanah yang patut kita laksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab, agar apa yang menjadi harapan dari organisasi dalam program kerjanya akan lebih baik.
Sehingga nantinya selain memantapkan sinergitas organisasi, juga dapat memberikan manfaat yang besar bagi Kabupaten Bireuen.
“Saya berharap agar Muswil HUDA bisa berjalan dengan sukses dan melahirkan pokok-pokok pikiran dari ulama dayah untuk membangun agama, bangsa dan negara yang lebih baik. Semoga melalui Muswil ini dapat melahirkan pikiran dan berbagai ide kreatif untuk kemajuan Kabupaten Bireuen,” harapnya.
Kegiatan tersebut dirangkai dengan seminar yang mengusung tema”Memperteguh kiprah ulama untuk menguatakan kehidupan beragama umat”, menghadirkan pematari, Ketua Umum Huda, Tgk H Muhamamd Yusuf A Wahab (Tu Sop), Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El Madny serta Rektor IAI Almuslim Aceh, Dr Saifullah, S.Ag M.Pd.
Hadir pada Muswil HUDA tersebut, Dandim 0111/Bireuen, Ketua dan Anggota DPRK Bireuen, Direktur Utama PT Takabeya Perkasa Group, H Mukhlis A.Md, seterta sejumlah undangan lainnya. (Ihkwati)









