KABAR BIREUEN – Kabupaten Bireuen mengirim tiga perwakilan santri untuk mengikuti Perlombaan antar santri se-Provinsi Aceh.

Kegiatan yang dilaksanakan 14- 17 November 2018 ini, dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional Tahun 2018 yang ke-3 oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh di Hotel Grand Aceh Syariah, Lamdom, Banda Aceh.

Tiga santri perwakilan Bireuen yang mengikuti lomba Musabaqah Qiraatil Kutub baca kitab kuning, Lomba Pidato Bahasa Indonesia dan bahasa Arab tersebut didampingi lansung Kasi Peningkatan Mutu Dinas Pendidikan Dayah kabupaten Bireuen, Said Jamaluddin, SE.

Said Jamaluddin  kepada Kabar Bireuen sangat puas dengan hasil yang diraih tiga santri tersebut.

“Kami sangat senang dan bangga kepada mereka, ini luar biasa kita bisa membawa nama harum kabupaten Bireuen dengan merain juara umum dalam Musabaqah Qiraatil Kutub,” sebut Said Jamaluddin.

Adapun tiga perwakilan santri Bireuen tersebut masing-masing, juara 1 diraih  Muhammad Khatami dari Dayah Madinatuddiniah Babussalam Bangbladeh , Kecamatan Jeumpa pada cabang Bacaan Kitab Kuning (kitab Fathul Qarim).

Pada cabang Pidato Bahasa Indonesia menjadi juara III, diraih Rafli Ramadhan dari Dayah Nurul Yaqin, Kecamatan Jeumpa dan Pidato Bahasa Arab  mendapatkan juara harapan III, Ahmad Nawawi dari Dayah Ummul Ayman Samalanga.

“Tentunya, kabupaten Bireuen yang dijuluki sebagai kota santri, patut bisa berbangga dengan raihan yang dicapai oleh santri dayah Kabupaten Bireuen yang ikut dalam perlombaan ini,” sebutnya.

Lomba tersebut dibuka dan ditup oleh Kadis Pendidikan Dayah Aceh, H Usamah El-Madny SAg MM, dalam sambutannya berharap lomba tersebut jadi momentum untuk meningkatkan motivasi dan semangat para santri dalam melanjutkan perjuangan juga.

Juara setiap lomba akan memperoleh hadiah berupa uang pembinaan dan tropi dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh.

“Adapun besarnya uang pembinaan masing-masing juara pertama Rp 4 juta, juara kedua Rp 3 juta, juara ketiga Rp 2 juta, juara harapan satu Rp 1,5 juta, juara harapan dua Rp 1 juta, dan juara harapan tiga Rp 750 ribu,” pungkasnya. (Ihkwati)

 

BAGIKAN