KABAR BIREUEN–Bupati Bireuen H Saifannur,S Sos diwakili Sekda Ir Zulkifli,Sp membuka acara zikir peringatan penandatanganan M oU Helsinki (damai RI-GAM) diselenggarakan Dinas Syariat Islam di Masjid Agung Sultan Jeumpa, Rabu (15/8/2018).
Zikir akbar memperingati penandatanganan M oU Helsinki turut dihadiri unsur Forkopimda, para Asisten, para Kepala SKPK, Tgk Nurdin Abdulrahman salah seorang juru runding GAM-RI, alim ulama, para PNS, tokoh masyarakat, para pelajar SLTP dan SLTA.
Sekda Ir Zulkifli,Sp dalam sambutannya antara lain menyampaikan, kegiatan ini salah satu cara untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita selaku ummat-Nya untuk mengenang kembali perjanjian damai antara RI-GAM pada yang telah terwujud 15 Agustus 2005 lalu.
Dikatakan, salah satu hikmah yang dapat diambil melalui kegiatan zikir hendaknya menjadi pendorong bagi kita semua untuk mempersiapkan diri menjadi manusia yang taat, cinta damai dan bermanfaat dalam menempuh kehidupan didunia dan akhirat kelak.
“Kita masih terus berjuang mensejahterakan masyarakat sehingga perdaiaian ini dapat berlangsung sampai ke anak cucu kita,” harap Sekda.
Diharapkan, penandatanganan damai antara pemerintah RI-GAM yang telah memasuki tahun ke-13 dapat terus dipertahankan demi kemaslahatan rakyat Aceh agar selalu dalam lindungan Allah SWT.
Dikemukakan, upaya mengatasi dan mengisi kesenjangan perdamaian perlu dilakukan guna mewujdukan pembangunan perdamaian berkelanjutan.
Terjadinya kesenjangan perdamaian dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain lemahnya pencapaian perdamaian, lemahnya kelembagaan, dan inplementasi pembangunan perdamaian serfa beban masalah yang dihadapi akibat konfllik masa lalu.
Untuk itu diperlukan langkah-langkah konkrit untuk mengetahui sejauh mana efektivitas perdamaian yang telah dicapai serta langkah-langkah ke depan memerlukan dukungan semua pihak menjaga dan mengisi permaian di Aceh.
Bertepatan dengan peringatan perjanjian damai Pemeritah RI-GAM, Pemkab Bireuen melalui Dinas Syariat Islam bertemu kembali dengan teungku-teungku dan abu-abu sekaligus penyerahan honor kepada Imum Syiek Masjid, Bilal dan Muazzin dalam Kabupaten Bireuen.
Tgk Nurdin Abdurrahman juga menyampaikan sejarah terwujudnya perjanjian damai RI-GAM Helsinki di Finlandia sebagai rakyat Aceh berkewajiban merawatnya agar perjanjian damai yang telah terwujud 13 tahun lalu dapat berlangsung sepanjang masa.
“Disamping juru runding GAM-RI lainnya, di Bireuen ada dua juru runding, yang terlibat langsung dalam perjanjian damai RI-GAM yakni saya dan M Nur Djuli,” ungkapnya.
Dikemukakan, dampak konflik Aceh RI-GAM masa lalu cukup pahit dalam kehidupan rakyat Aceh, antara lain Aceh sudah jauh ketinggalam di bidang pendidikan, kesejahteraan rakyat.
“Alhamdulillah berkat rahmat Alkah SWT setelah terwujudnya perjanjian damai Helsinki, Aceh kini terus memacu ketinggalamnya masa lalu baik di bidang pendidikan dan kesejahteraan rakyat,” ujar Tgk Nurdin Abdulrahman. (H.AR Djuli)










