KABAR Bireuen, Peudada— Ketua Umum Taman Iskandar Muda (TIM) Jakarta, Ir. H. Muslim Armas, secara langsung menyerahkan bantuan berupa baju sekolah kepada siswa-siswi korban banjir di SMAN 1 Peudada, Kabupaten Bireuen, Senin (29/2/2026).
Dalam sambutannya di hadapan pihak sekolah, guru, dan para siswa, Muslim Armas menyampaikan, kedatangannya selaku Ketua Taman Iskandar Muda ke Peudada merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat Aceh yang menjadi korban dan terdampak banjir pada Rabu, 26 November 2025 lalu.
Dikatakannya Taman Iskandar Muda mrmbantu korban banjir di beberapa daerah di Aceh, diantaranya di Bireuen, Aceh Utara, Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Timur, Tamiang dan Gayo Lues.
“Kehadiran kami di SMAN 1 Peudada ini untuk menyerahkan bantuan baju sekolah bagi siswa-siswi yang menjadi korban banjir. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban orang tua dan memberi semangat kepada anak-anak untuk tetap bersekolah,” ujarnya.
Muslim menegaskan, Taman Iskandar Muda selama ini berkomitmen menjadi wadah amal jariah masyarakat Aceh di Jakarta, yang bergerak membantu masyarakat, khususnya warga Aceh ketika tertimpa musibah, termasuk di bidang pendidikan.
Muslim mengungkapkan rasa haru bisa kembali ke Bireuen. Dia memiliki kedekatan emosional dengan Kabupaten Bireuen, daerah yang kerap ia kunjungi dulu karena orang tuanya mempunyai usaha di Bireuen.
Dalam sebuah kesempatan berbagi motivasi, ia menceritakan, setiap kali pulang ke Bireuen dari Medan, Sumatera Utara, dia selalu melewati PT Arun, di Lhokseumawe.
“Saya melihat api terang di Arun, sehingga punya cita-cita bekerja di PT Arun.,” katanya.
Berkat ketekunan tersebut, ia berhasil melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Bandung (ITB) tanpa melalui tes masuk, dengan mengambil jurusan Teknik Kimia.
Dia lalu bertemu pengusaha-pengusaha Aceh yang telah lebih dulu sukses. Sehingga akhirnya dia memutuskan menjadi pengusaha.
Berbekal ilmu yang dimiliki, ia mulai berwirausaha di bidang yang relevan dengan latar belakang pendidikannya, yakni menjual bahan kimia.
Perjalanan itu tidak mudah, namun kegigihan membawanya hingga mampu mendirikan pabrik bahan kimia sendiri.
Ia menekankan pentingnya menghargai ilmu pengetahuan.

“Kalau kita susah mendapatkan ilmu, jangan dilupakan. Jadikan ilmu itu bermanfaat,” pesannya.
Ia mengenang masa sekolah dengan kebiasaan sederhana namun disiplin. Setiap malam, ia selalu membaca buku pelajaran terlebih dahulu.
Saat di kelas, ia berusaha fokus penuh mendengarkan guru dan memperhatikan setiap penjelasan.
“Saat guru memberikan pelajaran, harus fokus mendengarkan mata pelajaran yang disampaikan guru. Jangan banyak bercanda agar pelajaran yang diterima benar-benar dipahami,” sebutnya.
Selain berwirausaha, ia juga aktif dalam kegiatan sosial melalui organisasi Taman Iskandar Muda.
“Organisasi tersebut menjadi wadah amal jariah bagi masyarakat Aceh di Jakarta, khususnya untuk membantu warga Aceh yang tertimpa musibah,” katanya.
Ia berharap siswa SMA dan pemuda, kelak dapat melahirkan pemimpin, pengusaha, dan pengajar yang profesional di bidangnya masing-masing.
“Semua profesi akan menjadi luar biasa bila dijalani dengan sungguh-sungguh,” tutupnya penuh harap.
Kepala SMAN 1 Peudada, Yuslina, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas bantuan tersebut.
Ia menyebutkan, dari total 412 siswa, lebih dari 150 siswa terdampak langsung banjir, sehingga bantuan seragam sekolah ini sangat membantu keberlangsungan pendidikan mereka.
“Kami sangat terbantu. Bantuan ini benar-benar berarti bagi siswa kami yang menjadi korban banjir,” kata Yuslina.
Turut mendampingi Ketua Umum Muslim Armas yaitu, Koordinator Kerja Sama Antar Lembaga Satgas Taman Iskandar Muda Jakarta sekaligus Ketua Alumni SMP Negeri 1 Bireuen, Halim Thomas, Ketua Koordinator Satgas Taman Iskandar Muda Bireuen, Rudi Permana. (Ihkwati)










