KABAR BIREUEN – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bireuen, H Mukhlis A. Md meminta kepada pengurus cabang (Pengcab) untuk melakukan persiapan atlet yang maksimal dalam rangka menghadapi Pra Pora tahun 2021.

Karena, meskipun dengan dana yang terbatas dan minim, namun semua persiapan dan kesiapan atlet untuk mengikuti Pra Pora tetap harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan optimal.

Hl itu dikatakannya dalam Rapat kerja KONI dengan pengurus dan pengcab yang digelar Selasa (1/9/2020) malam di kediamannya di Desa Pulo Ara Geudong Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen.

Pada kesempatan itu, Mukhlis menanyakan sudah sejauh mana persiapan dan kesiapan pengcab serta atlet binaanya dalam menghadapi even Pra Pora.

Dikatakannya, pendanaan KONI Bireuen selalu terbatas dan sangat minim, apalagi tahun 2020 ada pemangkasan anggaran yang terjadi saat ini akibat kondisi corona.

“Jadi dengan dana yang terbatas ini, kita harus bisa berhasil pada Pra Pora dan menuju Pora 2022. Bireuen dikenal dengan olahraganya. Karena itu olahraga di Bireuen harus maju,” harap Mukhlis.

Dia juga mengharapkan kepada pengcab yang sudah habis masa kepengurusannya agar segera menggelar muscab.

Karena kalau belum ada kepengurusan yang baru, maka tidak akan bisa mendapatkan bantuan dana hibah KONI.“Kepada masing-masing pengcab apalabila tidak aktif atau belum aktif agar mampu mencari solusi supaya pembinaan atlet tetap terus berjalan,” pesannya.

Sebelumnya, Ketua Harian KONI Bireuen, Drs Murdani yang juga memimpin rapat memaparkan anggaran dana hibah yang diperoleh KONI Bireuen dari APBK 2020 yaitu sebesar 800 juta.

Dana itu antara lain dipergunakan sebagai bantuan untuk Pengcab dan pembinaan SDM, berupa bantuan untuk pembinaan dan musyawarah cabang olahraga.

“Selanjutnya, bantuan untuk peralatan latihan cabang olahraga, bantuan untuk pengiriman atlet dan pelatih, wasit dari cabang olahraga dalam rangka mengikuti event kejuaran daerah dan nasional, bantuan untuk atlet dan pelatih binaan KONI Bireuen serta bantuan untuk monitoring dan evaluasi cabang olah raga,” jelas Murdani.

Lalu untuk belanja pegawai, yaitu honorarium pengurus harian KONI, honorarium staf Sekretariat KONI, belanja barang dan jasa, belanja Alat Tulis Kantor (ATK).

Rapat Kerja KONI Kabupaten Bireuen, belanja perangkat Komputer All in One, belanja materal perangko dan Benda pas lainnya, belanja cetak, belanja penggandan, belanja surat kabar dan majalah, belanja listrik, belanja makan dan minum, biaya makan dan minum sekretariat, biaya makan dan minum rapat.

Selanjutnya, belanja perjalanan dinas, belanja sewa kantor, belanja pemeliharaan inventaris kantor serta biaya pelaporan.

Rapat kerja tersebut di, sejumlah pengcab menyampaikan sejumlah hal, kendala serta masukan.(Ihkwati)