KABAR BIREUEN, Bireuen – Untuk menjadi kepala madrasah, mulai MIN, MTsN dan MAN di jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen tidak dipungut biaya, alias gratis, tetapi harus memenuhi persyaratan.
“Syarat menjadi kepala madrasah harus lulus Cakep, Ukom dan direkomendasikan oleh Baperjakat. Dan tidak dipungut biaya apa pun, alias gratis,” tegas Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, SAg MPd, kepada Kabar Bireuen, Senin (22/9/2025).
Dijelaskannya, lulus seleksi calon kepala sekolah (Cakep) dan uji kompetensi (Ukom) adalah syarat utama bagi guru untuk diberikan tugas tambahan sebagai kepala sekolah (madrasah).
Selain itu, tambahnya lagi, jenjang kepangkatan minimal golongan tiga, dan batas usia tidak boleh di atas 58 tahun.
“Jadi, bukan atas dasar kedekatan atau suka tidak suka. Siapa pun memenuhi syarat berhak diusulkan sebagai kepala madrasah dan harus melalui proses Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan),” imbuh mantan Kabid Pendidikan Agama Kanwil Kemenag Provinsi Aceh ini.
Sebutnya lagi, guru yang boleh diangkat sebagai kepala madrasah, tidak boleh beda satuan kerja (satker).
“Contohnya, guru atau kepala madrasah pada satker swasta tidak boleh diangkat sebagai kepala madrasah di sekolah (madrasah) negeri. Tetapi harus beralih dulu ke satker negeri,” papar Zulkifli.
SK pengangkatan kepala madrasah, lanjutnya, untuk PNS dengan golongan tiga dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag. Sementara pegawai yang golongan empat, harus diusulkan ke pusat (Menteri Agama).
“Makanya di Bireuen yang diusulkan sebagai kepala madrasah pegawai yang golongan tiga biar cepat, mengingat banyak madrasah jabatan kepala dijabat oleh pelaksana tugas (Plt) sudah dua tahun. Saya dapat arahan dari Bapak Kakanwil saat baru menjabat Kakankemenag di sini (Bireuen) untuk mempercepat pengangkatan kepala definitif,” ujarnya.
Kenapa syarat kepala madrasah harus ada Cakep dan Ukom? “Cakep dan Ukom bukan hanya sekedar administrasi, tetapi kemampuan manajerialnya sudah teruji,” tandasnya.
Ia mencontohkan, Kepala MAN 2 Bireuen (MAN Cot Gapu) yang baru beberapa bulan dilantik langsung membuat gebrakan, dan sukses meraih dua prestasi di Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Bireuen.
“MAN 2 Bireuen juga dapat juara pada festival HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang sebelumnya sekolah ini tidak pernah dapat juara. Ini luar biasa prestasi yang dicapai dalam waktu singkat,” pungkasnya. (Rizanur)








