KABAR BIREUEN– Berdasarkan analisa dan evaluasi dari kasus-kasus laka lantas yang terjadi di wilayah hukum Polres Bireuen, korban laka terbanyak merupakan ibu rumah tangga yaitu 197 orang dan pelajar 159 orang.

Sementara lokasi laka lantas tertinggi terjadi di Peusangan, sebanyak 124 kasus dan Kota Juang 108 kasus.

Hal itu dikatakan Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK M.Si dalam Konferensi Pers akhir tahun, di Gazebo Mapolres setempat, Selasa sore (31/12/2019).

Sepanjang 2019, 73 orang meninggal dunia, sembilan orang luka berat, serta 1.049 korban luka ringan akibat kecelakaan lalu lintas.

“Jumlah kasus yang ditangani Satlantas sebanyak 762 perkara, dengan kerugian materil ditaksir  mencapai Rp 349.400.000. Perkara yang berhasil diselesaikan mencapai 687 perkara,” papar Gugun Hardi Gunawan didampingi Kasat Lantas Polres Bireuen, Iptu Sandy Titah Nugraha SIK.

 Disebutkan Gugun, jika dibandingkan secara kuantitas, kasus laka lantas ini dengan tahun 2018 lalu, mengalami kenaikan 506 kasus atau 197,66 persen Tapi, dari segi kualitas korban kecelakaan lalulintas, mengalami penurunan drastis.

“Jumlah korban meninggal dunia dari 80 korban turun 8,75 persen atau tujuh korban jadi 73 orang tahun 2019. Sedangkan luka berat turun 6 orang atau 40 persen serta luka ringan naik 431 orang atau 259,64 persen dengan kerugian materil ditaksir mencapai Rp 158.850.000, atau turun 83,64 persen,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu juga disampaikan terkait rencana jajaran Satlantas pada tahun 2020 akan melaksanakan program Polantas Go To School dan Polantas Go To Emak-emak.(Ihkwati)

BAGIKAN