Sabtu, 17 Januari 2026

DKA Harus Bisa Hidupkan Kembali Kesenian di Bireuen

KABAR BIREUEN – Dengan telah dilantiknya pengurus baru Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kabupaten Bireuen periode 2017-2022 di bawah kepemimpinan H. Mukhlis, A.Md, diharapkan bisa membawa angin segar bagi perkembangan seni budaya di Kota Juang ini.

Hal tersebut mengingat, selama ini keberadaan DKA di Kabupaten Bireuen hanya sebagai formalitas belaka. Tanpa bisa berbuat banyak untuk menumbuhkembangkan seni budaya di sini, sebagai warisan leluhur kita.

Hal itu diungkapkan salah seorang peminat seni budaya di Bireuen, Tarmizi Age, kepada Kabar Bireuen, Senin (25/12/2017).

Dikatakan Tarmizi Age, terlepas kendala selama ini pada persoalan klasik yaitu tidak dianggarkannya dana dari pemerintah setempat untuk DKA. Namun, seni budaya itu tidak boleh mati dan harus tetap hidup terus sepanjang masa, sebagai bagian dari peradaban manusia di muka bumi ini.

“DKA harus menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi penggiat seni di sini. Keberadaan DKA harus menjadi motivator untuk menghidupkan kembali kesenian, khususnya seni budaya tradisional yang ada di Kabupaten Bireuen,” jelas pria yang bernama panggilan Mukarram ini.

Misalnya, kata dia, menghidupkan kembali seni tutur seumapa (seni saling berbalas pantun dalam bahasa Aceh), seudati, rapai, baca puisi, melukis dan jenis kesenian lainnya. Dengan mengadakan perlombaan tingkat SD, SMP, SMA dan juga dayah. Begitu juga di tingkat gampong dari seluruh Kabupaten Bireuen.

“Itu sebagai upaya pelestarian seni budaya lokal yang terancam punah di Bireuen. Juga sebagai ajang pencarian bakat-bakat seni yang dimiliki masyarakat Bireuen dan selama ini tidak tersalurkan,” papar Mukarram.

Menurut Mukarram, sebenarnya banyak bakat-bakat terpendam bidang seni di kalangan masyarakat Bireuen. Namun, selama ini tidak terangkat ke permukaan. Sebab, mereka seperti anak ayam kehilangan induknya. Tidak ada yang menaunginya.

Bahkan, tidak sedikit juga penggiat berbagai jenis seni yang telah berhasil dan terkenal di daerah lain. Padahal kalau ditelisik asal-usulnya, mereka berasal dari Bireuen.

“Hal inilah yang harus menjadi PR bagi H. Mukhlis dan pengurus lainnya di DKA Bireuen. Kalau itu tidak mereka lakukan, keberadaan DKA di sini tetap saja seperti dulu. Hanya sebagai formalitas belaka dan tidak dapat mengembangkan seni budaya di Kota Juang ini,” imbuh pria yang lama menetap di negara Denmark tersebut.

Yang sangat penting lagi, diingatkan Mukarram, sebagai lembaga kesenian, DKA harus disterilkan dari kepentingan politik siapapun. Tidak masalah pengurusnya berlatar belakang seorang politisi dari partai politik manapun. Asalkan, mereka tidak membawa kepentingan atau misi-misi partai politik ke dalam tubuh DKA Bireuen. (Suryadi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

MIN 12 Bireuen Peringati Isra Mikraj, Momentum Penguatan Iman dan Akhlak

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang — Ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 12 Bireuen antusias mengikuti peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi...

Tempuh Akses Sulit, Relawan Mapala ALASKA Umuslim Dampingi Pendidikan Anak Korban Bencana di Pengungsian

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Di tengah keterbatasan akses dan rusaknya infrastruktur pascabencana banjir dan tanah longsor, relawan Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan...

Panen Melimpah Pascabencana, Durian Bener Meriah Banjiri Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Pascabencana banjir dan tanah longsor, sekarang di Kabupaten Bener Meriah sedang musim panen durian. Panen durian yang melimpah di wilayah...

Pulihkan Kehidupan dan Pendidikan Korban Banjir, Muhammadiyah Luncurkan 48 Hunian Darurat serta Sekolah Darurat...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memperkuat respons kemanusiaan pascabanjir di Kabupaten Bireuen dengan meluncurkan pembangunan 48 unit hunian darurat (hundar)...

PC APRI Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya Dikukuhkan, Ketua PW: APRI Harus Bermanfaat...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Provinsi Aceh kembali melaksanakan agenda pengukuhan Pengurus Cabang (PC) APRI di...

KABAR POPULER

Panen Melimpah Pascabencana, Durian Bener Meriah Banjiri Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Pascabencana banjir dan tanah longsor, sekarang di Kabupaten Bener Meriah sedang musim panen durian. Panen durian yang melimpah di wilayah...

Pulihkan Kehidupan dan Pendidikan Korban Banjir, Muhammadiyah Luncurkan 48 Hunian Darurat serta Sekolah Darurat...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memperkuat respons kemanusiaan pascabanjir di Kabupaten Bireuen dengan meluncurkan pembangunan 48 unit hunian darurat (hundar)...

PMI Bireuen Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang

0
KABAR BIREUEN, Kuta Blang - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen salurkan bantuan perlengkapan sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Kamis (15/1/2026). Bantuan...

Camat Peusangan: Korban Banjir di Pante Lhong Tidak Butuh Huntara

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Warga korban banjir dan tanah longsor di Gampong (Desa) Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, tidak membutuhkan hunian sementara (huntara). Hal...

Peringati Isra Miraj di Tengah Bencana, Pemkab Bireuen Ajak Warga Perkuat Shalat dan Ketakwaan

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi di tengah suasana keprihatinan akibat bencana...