KABAR BIREUEN-Tim Kesenian DKA Bireuen yang digawangi Mukhlis Cut Hasan memenuhi undangan silaturahmi di dua tempat berbeda dalam satu hari.
Pertemuan itu dilaksanakan usai penampilan perdana di Opera House Damanhour, Minggu, 1 April 2018.
Pada Senin (2/4/2018) siang kemarin, DKA Bireuen dijamu makan siang oleh Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) di Meuligoe Aceh di Kairo.
Dalam pertemuan itu, perwakilan KMA merasa haru dan bahagia karena mereka bisa menerima kedatangan ayah dan ibu serta keluarga besar dari Aceh.
Pada kesempatan itu, Ketua DKA Bireuen, Mukhlis Cut Hasan berpesan agar mahasiswa Aceh belajar dengan baik dan nantinya membawa ilmu untuk dietarpkan di kampung halaman.
“Jaga Aceh, pulang dengan ilmu untuk membangun Aceh,” sebut Mukhlis Cut Hasan.
Pada kesempatan yang sama, istri Bupati Bireuen Hj. Fauziah H. M. Daud dalam pidatonya sempat meneteskan airmata.
Itu karena mantan Anggota DPRA itu sangat bangga melihat anak Bireuen yang menempa pendidikan di Al Azhar, Kairo.
Dalam kesempatan ini, DKA Bireuen juga bertukar cendramata dengan KMA diikuti pemberian buku Buya Hamka yang dititip oleh penulis Yanuardi dari Indonesia.
Usai mengisi waktu siang dengan memecah rindu sesama orang Aceh, DKA Bireuen bergegas meluncur ke kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo.
Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzy dalam sambutannya, sangat bangga atas penampilan opening dari DKA Bireuen yang ternyata sinkron dengan misi dan visi yang tengah gencar dipamerkan di Mesir, yakni kopi.
Helmy Fauzy juga sangat bahagia melihat kesungguhan tim DKA Bireuen.
Dalam pertemuan dengan Dubes Helmi Fauzy, Mukhlis Cut Hasan berharap, jalinan kerjasama ini tidak putus sampai di sini. Terus berlanjut, kerjasama yang baik antara Bireuen dan KBRI Mesir. (Ihkwati)










