Tgk Faisal menyampaikan ceramah subuh di Masjid Agung Bireuen

KABAR BIREUEN-Ramadhan juga disebut sebagai bulan Al Quran atau bulan Taubat.  Di antara malam-malam di bulan suci Ramadhan terdapat satu malam yang penuh dengan keberkahan dan kebaikan, yaitu Lailatul Qadar atau malam qadar.

Sesuai firman Allah SWT,  Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu sekitar 83 tahun 4 bulan. Maka sungguh beruntung orang-orang yang memperoleh kesempatan beribadah pada malam itu.

Demikian, antara lain yang disampaikan Tgk Faisal dalam ceramah subuh di Masjid Agung Sultan Jeumpa, Senin subuh (18/5/2020)

Dikatakan, Malam Qadar merupakan malam yang sangat istimewa bagi umat Nabi Muhammad SAW. Karena hanya kepada ummat Nabi Muhammad malam Qadar itu diberikan.

Sebab adanya malam Qadar adalah diawali oleh kesedihan Nabi akan umur umatnya yang pendek, sehingga amalan mereka sedikit Sedangkan ummt-ummat terdahulu umurnya panjang sehingga mereka punya kesempatan yang panjang untuk memperbanyak amalan.

Allah menghibur Nabi Saw dengan hadiah malam Qadar. Dengan beribadah pada malam Qadar ummat Rasulullah Saw akan dapat menandingi ibadah ummat-ummat terdahulu.

“Pendapat yang paling kuat tentang malam Lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil dari 10 malam terakhir  21, 23, 25 dan 27 Ramadhan,” sebutnya.

Sabda Nabi Saw: “ Carilah Lilatul Qadar pada malam 10 terakhuir dari bulan Ramadhan (HR Bukhari dan Muslim).

Meskipun  malam Lailatul Qadar tidak diketahui dengan pasti tapi ada ciri-ciri jika itu malam qadar, Rasul Saw. bersabda,Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR. Muslim).

Rasulullah  bersabda; “Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Al Baihaqi)

Dikemukakan, ibadah shalat merupakan ibadah yang ditunaikan umat Islam, selain shalat wajib, shalat sunat sebaiknya dilakukan untuk mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar seperti shalat tahajut dn shlat hajat.

Hal tersebut sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Hurairah, “Siapa saja yang melaksanakan shalat saat malam Lailatul Qadar karena iman dan berharap pahala dari Allah, dosa-dosanya akan diampuni.” (H.R Bukhari).

Shalat tahajud dapat dilakukan setelah bangun tidur di waktu sepertiga malam. Shalat hajat bisa dilakukan oleh seorang Muslim untuk mengharapkan sesuatu kepada Allah SWT.

Melaksanakan salat hajat di malam Lailatul Qadar akan turun, besar kemungkinan hajat atau harapan akan dikabulkan Allah SWT. Perbanyak zikir, karena zikir  adalah ibadah yang paling besar pahalanya.

Melakukan Iktikaf  (berdiam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu dengan niat semata-mata beribadah hanya untuk Allah SWT.

Iktikaf adalah momen untuk lebih mendekatkan diri pada Allah SWT dengan melakukan serangkaian ibadah.

Untuk sahnya iktikaf, antara lain beragama Islam, sudah baligh, dilaksanakan di masjid (baik masjid jami’ maupun masjid biasa), dan memiliki niat iktikaf.

Untuk meningkatkan peluang meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar, perbanyaklah berdoa di malam-malam sepertiga terakhir bulan.

Rasulullah SAW memerintah Ummul Mukminin Aisyah untuk berdoa di malam-malam itu.

Membaca Alquran bisa mendatangkan pahala yang berlipat ganda di malam-malam sepertiga  terakhir bulan Ramadhan.

“Apalagi bila disertai dengan meresapi arti dan makna dari setiap ayat yang dibaca, kita bisa lebih khusyuk lagi dalam menunaikan amalan ini,” pungkasnya (H.AR Djuli)

 

 

BAGIKAN