KABAR BIREUEN-Dr Tgk Nazaruddin, S.Ag, MA, dari Bugak Kecamatan Jangka, bertindak sebagai imam salat Isya, Tarawih dan Witir di Meunasah Bandar Bireuen, Jumat malam (25/5/2018).
Tgk Nazaruddin juga menjadi penceramah menjelang salat Tarawih, tausiahnya antara lain menjelaskan, Ramadhan bulan penuh berkah, di bulan suci ini, kita bisa memperbaiki diri, memangkas berbagai kebiasaan buruk, hingga mendapatkan ampunan dari Allah SWT atas segala kesalahan yang dibuat.
Selain menjalankan puasa Ramadan dan ibadah lainnya yang dianjurkan, ada baiknya kita juga menggunakan waktu di bulan suci ini, untuk memperbanyak berdoa dari awal puasa hingga akhir puasa, selain dihari-hari lainnya dengan tujuan memohon ampunan dari Allah SWT.
“Dari sekian banyak dosa yang kita perbuat, diantaranya ada tiga perkara dosa yang selalu kita lakukan, pertama dosa sengaja diperbuat, kedua, perbuatan dosa yang kita lakukan sendiri dan Perbuatan dosa transfer atau dosa yang tidak kita ketahui,” jelasnya.
Diuraikan, dosa sengaja diperbuat, contoh seperti fitnah dan syirik. Fitnah artinya perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang.
Syirik adalah tindakan mempersekutukan Allah SWT, sedangkan pelakunya disebut musyrik.
“Kemudian, perbuatan dosa yang kita lakukan sendiri contohnya, menyakiti hati orang lain dan sumpah palsu, menyakiti hati orang lain, Islam melarang untuk menyakiti hati orang lain khususnya sesama muslim. Sedangkan menyakiti hati orang lain adalah sesuatu yang mudah kita lakukan,” katanya.
Sumpah palsu, saksi palsu, orang yang menjadi saksi (memberikan saksi) palsu atau bersumpah palsu, dalam Islam termasuk dosa besar. Oleh karena ia mengutarakan kebohongan yang dapat merusak akhlak manusia dan menghancurkan nilai-nilai keadilan serta sangat merugikan sesamanya. Allah SWT melarang umat Islam berbuat yang demikian.
Selanjutnya, perbuatan dosa transfer atau dosa yang tidak kita ketahui, contoh mencaci dan menghina orang lain secara tidak langsung.
Ketiga dosa tersebut terbasuk perbuatan dosa besar, maka setiap manusia diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menghindari perbuatan dosa besar tersebut.
Maka dari itu, tambah Tgk Nazaruddin, dia mengajak semuanya untuk memperbanyak amalan dan berdoa dengan penuh keihklasan dan bertaubat di bulan suci ini, bulan yang penuh ampunan.
“Mudah-mudahan Allah SWT menerima segala amal dan ibadah yang dilakukan pada bulan Ramadhan baik yang fardhu maupun yang sunnah,” pungkasnya. (Herman Suesilo)








