Bunuh Bayi Hasil Hubungan Gelap, Tersangka Terancam Hukuman Sembilan Tahun Penjara

KABAR BIREUEN – Pasangan kekasih berinisial Ikh (28) dan DDF (18), terancam hukuman sembilan tahun penjara. Sebab, kedua tersangka warga Awe Geutah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, ini diduga telah membunuh dan membuang bayi hasil hubungan gelap mereka beberapa waktu lalu.

“Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 341 Jo Pasal 342 Jo Pasal 343 Jo Pasal 55 KUHP. Ancaman hukumannya sembilan tahun penjara,” ungkap Kapolres Bireuen AKBP Mike Hardy Wirapraja, SIK., MH, dalam keterangannya kepada wartawan di Mapolres Bireuen, Rabu (23/3/2022).

Menurut Kapolres, Ikh yang telah diketahui identitasnya, sempat melarikan diri ke Kabupaten Aceh Jaya. Kemudian, setelah berkoordinasi dengan pihak keluarganya dan diminta untuk menyerahkan diri, pelaku kembali lagi ke Bireuen dan diamankan aparat kepolisian setempat.

Sementara pasangannya, DDF diamankan setelah menjalani perawatan di RSUD Fauziah Bireuen. Sebelumnya, perempuan yang masih berstatus siswa di salah satu SMA itu, harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut karena mengalami pendarahan, setelah melahirkan secara paksa.

AKBP Mike Hardy Wirapraja menjelaskan kronologis kejadian menghebohkan itu. Pada Senin, 14 Maret 2022, sekira pukul 06.30 WIB, DDF mengajak pacarnya, Ikh, pergi ke bidan karena dia mengeluh sakit perut dan keluar cairan.

Pasangan tersebut menemui dua bidan di desa tetangga yang sudah masuk wilayah Kecamatan Peusangan Selatan. Namun, kedua bidan itu tidak berada di tempat. Lalu, mereka menuju ke bidan lainnya. Bidan itu menyarankan agar DDF dibawa ke rumah sakit.

Namun, mereka berinisiatif pulang ke rumah. Dalam perjalanan pulang, mereka masuk ke pekarangan Meunasah Gampong Ceubrek, Kecamatan Peusangan Selatan. DDF langsung menuju ke WC meunasah tersebut.

DDF langsung masuk ke dalam WC. Sedangkan Ikh menunggu di luar. Kemudian, dia dipanggil oleh DDF karena sudah ingin melahirkan.

“Begitu melihat bayi sedang keluar dari rahim DDF, Ikh langsung menarik bayi itu dengan paksa hingga keluar seluruhnya,” ujar Kapolres.

Kemudian, Ikh menggendong bayi tersebut dan melihat tidak bergerak sedikit pun. Lalu, dia melilitkan tali pusar bayi tersebut dengan jarinya dan menarik hingga terputus.

Masih menurut keterangan Kapolres, saat itu Ikh sempat bertanya kepada pacarnya, mau diapakan bayi yang baru saja dilahirkan. Namun, tidak mendapat jawaban dari DDF.

“Lalu, Ikh melempar bayi tersebut ke dalam sumur dan menutupnya dengan triplek. Kemudian, mereka berangkat pulang melalui jembatan gantung,” jelas Mike Hardy.

Dalam perjalanan pulang, DDF mengalami pendarahan hebat. Darahnya berceceran di lantai jembatan gantung. Akibatnya, menimbulkan kecurigaan warga yang menduga telah terjadi pembunuhan di atas jembatan gantung tersebut.

Warga yang sudah ramai berada di atas jembatan dan telah melampaui kapasitas, menyebabkan jembatan penghubung dua kecamatan itu pun ambruk dan memakan sejumlah korban luka-luka.

Terkait kasus pembunuhan dan pembuangan bayi tersebut, masih menurut Kapolres, hanya kedua tersangka yang terlibat. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyelidikan, tidak ditemukan ada indikasi keterlibatan pihak lain.

Selain kedua tersangka, aparat Polres Bireuen mengamankan sejumlah barang bukti. Terdiri dari satu unit sepeda motor Supra-X, satu unit HP OPPO dan Samsung, rok panjang, baju tidur, kemeja kotak-kotak dan jilbab. (Suryadi)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Perkuat Literasi Penghulu, APRI Aceh Gelar Webinar Penulisan Feature Secara Virtual

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Aceh menggelar Webinar Penulisan Feature bagi penghulu untuk memperkuat Literasi Kepenghuluan...

Diapresiasi Bupati Mukhlis, KKP dan Pemerintah Aceh Bantu Pembangunan 256 Rumah Perebusan Garam untuk...

0
KABAR BIREUEN, Jeunieb-Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., mengapresiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI serta Pemerintah Aceh atas dukungan bantuan pembangunan 256 unit rumah...

Hak Suara Diabaikan, Keuchik Alue Buya Pasie Tolak Hasil Mubes X Yayasan Almuslim Peusangan:...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Keuchik Alue Buya Pasie, Kecamatan Jangka, M. Diah, S.T., secara tegas menolak hasil Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan Almuslim Peusangan...

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kemendagri Bantu Tiga Pompa Portable untuk Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Pidie Jaya – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menerima bantuan tiga unit mesin pompa portable dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendukung penanganan...

RSUD dr Fauziah Bireuen Terima 628 Kunjungan Pasien Cuci Darah Perbulan 

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen, perbulan menerima 628 kunjungan pasien cuci darah (hemodialisis) rutin. Hal itu disampaikan Direktur...

KABAR POPULER

Hasil Musyawarah Almuslim X Dipersoalkan, Keuchik Pante Gajah Soroti Dugaan Pelanggaran AD/ART

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Keuchik Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, Fatlar Ruhadi, menyatakan menolak hasil Musyawarah Almuslim X Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Universitas...

Hak Suara Diabaikan, Keuchik Alue Buya Pasie Tolak Hasil Mubes X Yayasan Almuslim Peusangan:...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Keuchik Alue Buya Pasie, Kecamatan Jangka, M. Diah, S.T., secara tegas menolak hasil Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan Almuslim Peusangan...

Kembali Jadi Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan, Ceulangiek Ajak Masyarakat Bersatu Majukan Pendidikan

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Rusyidi Mukhtar atau yang akrab disapa Ceulangiek, kembali jadi Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan periode 2026–2031. Anggota DPRA itu terpilih...

Wabup Razuardi Buka Konsultasi Publik II Penyusunan RDTR Kawasan Perkotaan Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(PUPR) Bireuen melaksanakan Konsultasi Publik II Penyusunan Rencana Detail Tata...

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kemendagri Bantu Tiga Pompa Portable untuk Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Pidie Jaya – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menerima bantuan tiga unit mesin pompa portable dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendukung penanganan...