KABAR BIREUEN-Baitul Mal Bireuen menyalurkan zakat untuk 77 orang penyandang tuna netra terdiri dari 34 perempuan dan 43 pria, Senin (7/5/2018) di kantor Baitul Mal setempat.
Bantuan untuk fakir miskin penyandang disabilitas tersebut masing-masing Rp 500 ribu per orang.
Hal itu dikatakan Kepala Pelaksana Baitul Mal Bireuen Dr Tgk Murtadha Yusuf MA melalui Sekretaris Baitul Mal, Anwar S.Ag,MAP kepada Kabar Bireuen disela-sela penyaluran zakat tersebut.
“tuna netra yang tidak hadir karena berhalangan sakit, bantuan tersebut akan disalurkan ke rumah yang bersangkutan oleh petugas dari Baitul Mal,” sebut Anwar.
Penerima zakat tersebut sebelumnya telah dilakukan verifikasi langsung oleh pihaknya dan dinyatakan berhak atas bantuan tersebut.
Selain menyalurkan zakat, penyandang tuna netra tersebut juga akan direhab rumahnya bagi mereka yang rumahnya memang layak untuk direhab.
“Baitul Mal Bireuen untuk tahun ini akan fokuskan rehab rumah tuna netra dan muallaf. Pada tahun 2018, Baitul Mal membangun rumah panti pijat di Gampong Meunasah Dayah, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen dengan anggaran Rp 38 juta untuk tuna netra yang menjadi tukang pijat,” ungkap Anwar.
Dikatakan Anwar, walaupun jumlah dana yang diberikan masih minim jika dibandingkan dengan kebutuhan para penyandang disabilitas ini, tetapi bantuan ini merupakan bukti kepedulian antar sesama.
Penyandang disabilitas ini ada yang menjadi pengemis, tukang pijat dan guru pengajian. Namun ada juga yang tak berkerja, suaminya yang bekerja.
“Diharapkan ini dapat meringankan biaya kebutuhan mereka apalagi jelang meugang dan puasa, kita ketahui bahwa mereka agak susah dalam mencari rejeki, karena keterbatasan kemampuan yang mereka miliki,” jelas Sekretaris Baitul Mal Bireuen itu.
Sementara untuk penyandang disabilitas lainnya, Baitul Mal akan memberikan jika ada permintaan melalui proposal yang diajukan oleh pribadi si penyandang disabilitas tersebut. (Ihkwati)










