KABAR BIREUEN– Usai melakukan aksi demo di RSUD dr Fauziah bireuen dan di kantor Pusat pemerintahan, ratusan tenaga kontrak rumah sakit melanjutkan aksinya di kantor dewan setempat, Kamis (2/1/2020).
Puluhan pendemo kemudian beraudiensi dan diterima Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar S.Sos, Wakil Ketua, Syauqi Futaqi, Zulfikar Apayub, Yufaidir SE, Usman, Ismail Adam serta sejumlah anggota dewan lainnya serta polisi di uang rapat dewan setempat di lantai tiga.
Sementara ratusan pendemo lainnya menunggu di bawah.
Pendemo juga tak lupa membawa spanduk bertuliskan “Kami tenaga kontrak BLU RSUD dr Fauziah Bireuen menuntut hak kami mendapatkan honorarium. Bek cuma aneuk peujabat yang na terimong gaji, hoe ka pemerintah jujur, adil dan bersih“.
Pada kesempatan itu, tenaga kontrak tersebut mengungkapkan sejumlah hal, diantaranya terkait honorarium tenga kontrak yang tak dibayarkan.
Selain itu jugaperihal enam tenaga kontrak honornya dibayarkan oleh pihak Pemkab Bireuen Rp 550.00 perbulan, yang dibayarkan sebanyak Rp5.500.000. Total pembayaran untuk 6 orang tersebut Rp 33 juta.
“Ini tidak adil, masak honor kami tak dibayar, yang enam itu dibayar, kami mohon keadilan pada manajemen rumah sakit,” sebut seorang tenaga kontrak.
Diketahui honor kontrak ratusan tenaga medis belum dibayar pihak BLU, tapi anehnya kenapa honor enam tenaga kontrak malah dibayar.
Menurut salah seorang pendemo, dulu pihaknya masih menerima honor Rp 250 ribu perbulan, tapi sejak 2018 sudah tidak dibayarkan lagi atau dihapus. Tapi justru enam orang itu masih menerima uang honor kontrak dari Pemkab Bireuen.
Usai audiensi, salah seorang perawat menyebutkan, pada audiensi tadi, dewan hanya mendengarkan tuntutan dan keluhan dari mereka, belum ada solusi yang diberikan. Karena, akan ada pertemuan lanjutan Jumat siang besok (3/1/2020).
“Besok usai Shalat Jumat, perwakilan tenaga kontrak ada kembali melakukan pertemuan lanjutan dengan dewan, Direktur RSUD, pihak terkait di jajaran Pemkab Bireuen. Semoga ada solusi dan jalan keluar atas tuntutan kami,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua DPRK Bireuen melalui Sekwan, Said Abdurrahman S.Sos membenarkan Jumat besok akan ada pertemuan lanjutan dengan perwakilan pendemo, manajemen rumah sakit, Direktur RSUD, tim TAPD, Dinas Kepegawaian.
“Dewan akan mempertanyakan kepada pihak terkait mengenai tuntutan pendemo dan juga mengenai enam tenaga kontrak yang menerima honor tersebut,” sebut Said. (Ihkwati)








