KABAR BIREUEN-Akhyar Rizki, pemuda asal Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen menjadi peserta terpilih jalur Khusus mewakili Provinsi Aceh di Kegiatan Ekspedisi Semut Merah di Sungkung Perbatasan antara Indonesia dan Malaysia, Kabupaten Bengkayan, Kalimantan Barat.

Kegiatan Ekspedisi Semut Merah 2019 diselenggarakan oleh Explore For Humanity Kalbar, merupakankegiatan pelatihan kepemimpinan (Leadership) pemuda-pemudi Indonesia dan pengabdian nasional yang diajarkan untuk terjun langsung ke daerah yang memiliki keterbatasan Informasi, layanan kesehatan dan juga pendidikan yang berada di Kalimantan Barat, Indonesia.

Akhyar Rizki, adalah  mahasiswa yang aktif di berbagai organisasi baik organisasi Internal kampus maupun Eksternal kampus. Di kampusnya, Akhyar Rizki pernah menjabat sebagai ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (DPM FEB) Universitas Malikussaleh periode 2018-2019 yang baru saja didemisionerkan.

Dia juga  aktif sebagai pengajar (mentoring) di LP3MA FEB Universitas Malikussaleh. Dan di organisasi kepemudaan, Akhyar aktif sebagai Ketua PK KNPI kecamatan Gandapura.

Pemuda asal Bireuen tersebut aktif di berbagai organisasi lainnya di daerah asalnya baik organisasi yang bertujuan untuk pelatihan pendidikan, sosial kemasyarakatan dan organisasi yang menjadi wadah silaturrahmi antar pemuda Aceh.

Keikutsertaan Akhyar dalam Event Nasional ini dimulai dari proses seleksi yang dilakukan dalam dua tahap yaitu seleksi administrasif pada 4 Agustus – 5 Oktober 2019. Dan tahap kedua., seleksi wawancara pada 12-14 Oktober 2019.

Dari Ratusan peserta yang ikot seleksi dari berbagai daerah di Seluruh Indonesia, Akhyar Rizki terpilih menjadi peserta Jalur Khusus di kegiatas Ekspedisi Semut Merah Kalimantan Barat (KalBar) 2019.

Akhyar Rizki kepada Kabar Bireuen, Kamis (14/11/2019) mengatakan pemuda adalah aset bangsa yang memiliki karakter yang khas spesifik yaitu revolusioner, optimis, berpikir maju, memiliki moralitas. dan itu semua dilandasi atas perannya sebagai agent of change and agent of controling.

Pemuda, katanya, the next leader yang tidak hanya di tuntut untuk menjadi pemikir, tetapi juga harus bisa memposisikan dirinya sebagai ujung tombak masyarakat dalam beraksi dengan nyata demi perubahan daerah.

“Saya selaku pemuda dan mahasiswa sangat bersyukur atas kesempatan seperti ini. Semoga setelah mengikuti kegiatan ini, dengan pengalaman yang telah saya pelajari di Kalimantan Barat bisa saya implementasikan di daerah asal, guna menyadarkan para pemuda bahwa menciptakan karakter pemimpin berawal dari muda sebagai landasan pondasi memajukan daerah sendiri,” sebutnya.

Akhyar menambahkan, kegiatan ini mengajarkan suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman empiris kepada pemuda-pemudi Indonesia untuk hidup di tengah-tengah masyarakat.

Secara langsung mengajarkan kepada pemuda cara identifikasi masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat dan ini sangatlah penting untuk di pelajari oleh seluruh pemuda-pemudi Indonesia.

“Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh elemen, tokoh masyarakat Bireuen yang telah mensupport baik moril maupun materil dalam keikutsertaan saya di kegiatan ekspedisi ini,” ucapnya.

Explore For Humanity merupakan Organisasi Kepemudaan (NGO) yang didirikan dengan tujuan menciptakan serta bergerak bersama para pemuda Indonesia untuk penjelajah (Explore) negeri pertiwi yang memiliki semangat kemanusiaan.

Selain itu, memberikan manfaat kepada negeri dalam setiap jejak petualang untuk menciptakan kader pemuda yang mampu menjalankan perannya sebagai masyarakat intelektual yang peduli sosial.

Disini para pemuda yang mewakili daerahnya diajarkan bagaimana menjadi pemimpin yang berkarakter Social tinggi dalam menghadapi masyarakat.

Acara pelatihan kepemimpinan dan Pengabdian Nasional ini akan berlangsung selama 10 hari dimulai dari 15 – 24 November 2019. (Ihkwati)

BAGIKAN