KABAR BIREUEN – Ulama kharismatik H Abu Tumin Blang Bladeh didampingi Bupati Bireuen, H. Saifannur S Sos, Ketua Panitia H. Mukhlis, A.Md dan Ketua DPRK Bireuen Ridwan Muhammad, SE., M.Si melaksanakan peletakan batu pertama renovasi Masjid Besar Peusangan, Minggu (3/12/2017).
Peletakan batu pertama renovasi Masjid Besar Peusangan tersebut bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1439 H.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Besar Peusangan, H. Mukhlis, A.Md dalam laporannya menyampaikan, Masjid Besar Peusangan merupakan masjid tertua yang didirikan tahun 1925, setelah pembangunan Majid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
Masjid yang dulu bernama Masjid Jamik Peusangan ini, sudah berusia 92 tahun. Sesuai perkembangan zaman, sudah saatnya direnovasi total. Direnovasi dengan bangunan yang indah berlantai dua seluas 60 x 40 meter dan dapat menampung 4.550 jamaah.
Menurut Mukhlis, renovasi Masjid Besar Peusangan akan menelan dana Rp75 miliar. Menurut rencana, pembangunannya akan selesai dalam waktu lima tahun.
“Dana yang sudah tersedia sebesar Rp1,6 miliar dan masih banyak dana yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Mukhlis berharap, keikhlasan masyarakat Peusangan Raya untuk menyumbang sedikit hartanya, agar pembangunan Masjis Besar Peusangan cepat selesai.
Bagi masyarakat yang ingin menyumbang dapat melalui rekening Panitia Pembangunan Masjid Besar Peusangan, Bank Mandiri Cabang Bireuen No. Rekening: 158.00.0400044.4 dan Badan Kesejahteran Masjid Besar Peusangan, BNI Cabang Matangglumpangdua No. Rekening: 0999990613.
Bupati Bireuen, H. Saifannur, S.Sos, dalam sambutannya sangat berharap seluruh masyarakat Peusangan Raya yang meliputi Kecamatan Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng dan Jangka, dapat menyumbang dengan ikhlas untuk menunjang percepatan pembangunan Masjid Besar Peusangan sesuai rencana.
Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Besar Peusangan tersebut bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW tersebut, dihadiri Tgk. H. Mustafa Ahmad (Abu Paloh Gadeng) dan ribuan masyarakat Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng dan Jangka. (Abu Iskandar)









