Sabtu, 17 Januari 2026

Zikir Akbar di Masjid Agung Bireuen, Kenang 21 Tahun Tsunami Aceh dan Doakan Korban Bencana

KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen memperingati 21 tahun tsunami Aceh dengan menggelar zikir, doa bersama, dan tausiyah di Masjid Agung Sulthan Jeumpa Bireuen, Rabu pagi, 24 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi momentum refleksi dan penguatan spiritual masyarakat, terutama di tengah kondisi Bireuen yang baru dilanda banjir dan longsor.

Peringatan yang berlangsung khidmat tersebut menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Ustadz H. Salman Arifin, M.Ag, sebagai penceramah. Acara dibuka Wakil Bupati (Wabup) Bireuen, Ir. H. Razuardi, MT.

Dalam sambutannya, Wabup Razuardi menyampaikan duka cita mendalam kepada masyarakat yang terdampak banjir dan longsor, seraya mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan tsunami sebagai pengingat akan pentingnya kesabaran, kebersamaan, dan keimanan dalam menghadapi ujian kehidupan.

Ustadz, H. Salman Arifin, M.Ag, memberi tausyiah pada kegiatan mengenang 21 tahun tragedi Tsunami Aceh, di Masjid Agung Sulthan Jeumpa, Bireuen, Rabu (24/12/2026) pagi. (Foto: Hermanto/Kabar Bireuen)

Dia menjelaskan, bencana merupakan pengingat akan ketidakpastian hidup, sekaligus ajakan untuk memperkuat rasa syukur, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga persatuan dan stabilitas daerah.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen terus mengupayakan penanganan dampak bencana secara maksimal dan mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu masyarakat.

“Melalui zikir dan doa ini, kita memohon ampunan dan perlindungan Allah SWT, sekaligus mendoakan para korban tsunami agar mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Razuardi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kabupaten Bireuen, Azmi, S.Ag, menyampaikan, peringatan 21 tahun tsunami Aceh bukan sekadar mengenang tragedi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keislaman, persatuan, dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.

Suasana zikir akbar dalam rangka mengenang 21 tahun tragedi Tsunami Aceh, di Masjid Agung Sulthan Jeumpa, Bireuen. (Foto: Hermanto/Kabar Bireuen)

Menurutnya, peristiwa tsunami pada 26 Desember 2004 yang menewaskan sekitar 250 ribu jiwa menjadi titik balik penting bagi Aceh, yang kemudian melahirkan perdamaian dan memperkuat implementasi Syariat Islam.

“Peringatan ini menjadi i’tibar untuk bermuhasabah diri, menumbuhkan persatuan dan kesatuan, serta meneguhkan kecintaan terhadap daerah dan tanah air,” kata Azmi.

Menurut Azmi, kegiatan ini didukung melalui anggaran DPA Dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen Tahun 2025 dan diharapkan dapat mempererat ukhuwah serta meningkatkan pengamalan Syariat Islam di tengah masyarakat.

Rangkaian zikir, doa bersama, dan tausiyah tersebut diikuti unsur pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat, sebagai wujud kebersamaan dalam mengenang tragedi kemanusiaan sekaligus memohon keberkahan dan keselamatan bagi Kabupaten Bireuen ke depan. (Hermanto) 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Tempuh Akses Sulit, Relawan Mapala ALASKA Umuslim Dampingi Pendidikan Anak Korban Bencana di Pengungsian

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Di tengah keterbatasan akses dan rusaknya infrastruktur pascabencana banjir dan tanah longsor, relawan Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan...

Panen Melimpah Pascabencana, Durian Bener Meriah Banjiri Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Pascabencana banjir dan tanah longsor, sekarang di Kabupaten Bener Meriah sedang musim panen durian. Panen durian yang melimpah di wilayah...

Pulihkan Kehidupan dan Pendidikan Korban Banjir, Muhammadiyah Luncurkan 48 Hunian Darurat serta Sekolah Darurat...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memperkuat respons kemanusiaan pascabanjir di Kabupaten Bireuen dengan meluncurkan pembangunan 48 unit hunian darurat (hundar)...

PC APRI Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya Dikukuhkan, Ketua PW: APRI Harus Bermanfaat...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Provinsi Aceh kembali melaksanakan agenda pengukuhan Pengurus Cabang (PC) APRI di...

PMI Bireuen Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang

0
KABAR BIREUEN, Kuta Blang - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen salurkan bantuan perlengkapan sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Kamis (15/1/2026). Bantuan...

KABAR POPULER

Panen Melimpah Pascabencana, Durian Bener Meriah Banjiri Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Pascabencana banjir dan tanah longsor, sekarang di Kabupaten Bener Meriah sedang musim panen durian. Panen durian yang melimpah di wilayah...

Pulihkan Kehidupan dan Pendidikan Korban Banjir, Muhammadiyah Luncurkan 48 Hunian Darurat serta Sekolah Darurat...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memperkuat respons kemanusiaan pascabanjir di Kabupaten Bireuen dengan meluncurkan pembangunan 48 unit hunian darurat (hundar)...

PMI Bireuen Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang

0
KABAR BIREUEN, Kuta Blang - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen salurkan bantuan perlengkapan sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Kamis (15/1/2026). Bantuan...

Camat Peusangan: Korban Banjir di Pante Lhong Tidak Butuh Huntara

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Warga korban banjir dan tanah longsor di Gampong (Desa) Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, tidak membutuhkan hunian sementara (huntara). Hal...

Peringati Isra Miraj di Tengah Bencana, Pemkab Bireuen Ajak Warga Perkuat Shalat dan Ketakwaan

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi di tengah suasana keprihatinan akibat bencana...